Konsep ini menjadi keunikan tersendiri sekaligus membuktikan bahwa bapak-bapak nelayan juga mampu solid dalam mengelola usaha rumah tangga.
Kisah Risman dan kelompoknya menjadi bukti nyata bahwa program TJSL Pertamina mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mengentaskan kemiskinan serta menciptakan lapangan kerja produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Buruan Lamar! BUMN PT MUM Buka Loker Representatif Officer di Jawa Barat
“Kami ingin tidak hanya mencari nafkah, tapi juga peduli lingkungan.
"Jadi kami pakai sabun buatan sendiri dari rumput teki,” ujar Risman.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menilai Green Laundry sebagai wujud nyata sinergi Pertamina dengan masyarakat yang melahirkan inovasi sosial berkelanjutan.
“Pertamina selalu berkomitmen menghadirkan program TJSL yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Green Laundry bukan hanya sekadar usaha ekonomi baru bagi para nelayan, tetapi juga menjadi simbol transisi menuju pola hidup yang lebih ramah lingkungan.
"Kami berharap inisiatif ini bisa direplikasi di wilayah lain sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Pertamina Hulu Sanga Sanga Tingkatkan Kompetensi Lokal, Pelatihan Ekowisata Handil Terusan Resmi Digelar
Pertamina Hulu Indonesia Dorong Akselerasi Kompetensi Pekerja Migas, Program MAST3R Jadi Wadah Pengembangan
Pertamina Tampilkan Tari Topeng Indramayu, Viral dan Banjir Pujian di Osaka Expo 2025
Pertamina Patra Niaga Sulawesi dan Komunitas KALEB Kenalkan Bahasa Isyarat di Sekolah
Pertamina Drilling Berdayakan Putra Papua, 49 Peserta Lokal Kini Bersertifikat Migas