Inovasi MBP-Shield, PEP Bunyu Field dan PHENC Tanam 2.500 Mangrove di Pulau Bunyu

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 27 September 2025 | 15:30 WIB
PEP Bunyu Field dan PHENC menanam 2.500 mangrove di Pulau Bunyu dengan inovasi MBP-Shield, wujud nyata komitmen lingkungan dan mitigasi abrasi. (Dok. Pertamina)
PEP Bunyu Field dan PHENC menanam 2.500 mangrove di Pulau Bunyu dengan inovasi MBP-Shield, wujud nyata komitmen lingkungan dan mitigasi abrasi. (Dok. Pertamina)

"Penanaman pohon mangrov ini merupakan wujud komitmen tersebut,” ujar Despredi. Ia juga menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia pada Juli lalu.

Baca Juga: Makin Praktis! Bayar QRIS di BRImo Kini Bisa Langsung Pakai Kartu Kredit BRI

Menurut Despredi, kegiatan bersama ini bukan hanya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap mitigasi abrasi pantai dan dampak perubahan iklim.

Ia berharap pemanfaatan MBP-Shield dapat memperbesar tingkat keberhasilan bibit mangrove.

“Dengan pemanfaatan inovasi ini, Pulau Bunyu bisa terlindungi dari abrasi, dan mangrove yang ditanam menjadi rumah baru bagi biota laut sehingga nelayan tak perlu jauh untuk mencari ikan,” tuturnya.

Baca Juga: Siap-siap Serbu Tiket KAI hanya Rp80 Ribu, Pembelian Khusus Tanggal 28 September 2025

Apresiasi turut diberikan oleh berbagai pihak. Plt Camat Bunyu, Jaenudin, menilai langkah ini sangat penting dalam melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi.

Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan, Indah Sriwati, menegaskan bahwa sinergi multipihak dalam rehabilitasi mangrove adalah langkah strategis demi keberlanjutan lingkungan.

Zona 10 berada dalam naungan Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan yang dikelola PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI).

Baca Juga: Bukit Kandang, Bukit Premium di Pasuruan yang Sedang Viral karena Mirip Sabana di Sumba

Perusahaan di Zona 10 berperan sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan SKK Migas untuk mengelola operasi dan bisnis hulu migas berdasarkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Area kerjanya mencakup East Kalimantan & Attaka di Kalimantan Timur serta Bunyu, Tarakan, dan Nunukan di Kalimantan Utara.

Anak perusahaan dan afiliasi PHI di Zona 10 juga melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif pada sektor Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Infrastruktur, dan Tanggap Bencana untuk mendorong pemberdayaan masyarakat berkelanjutan sekaligus mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). ***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler