Krakatau Steel Fokus Perkuat Ketahanan Industri Baja Nasional di Tengah Persaingan Global

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 1 Oktober 2025 | 17:30 WIB
Krakatau Steel terus jaga konsistensi untuk memperkuat industri baja Indonesia.
Krakatau Steel terus jaga konsistensi untuk memperkuat industri baja Indonesia.

Baca Juga: SMF Salurkan Bantuan 7 Septic Tank Komunal Untuk Warga Kelurahan Kalibata

Perlunya implementasi tata niaga impor yang optimal agar impor hanya dilakukan jika produksi dalam negeri benar-benar tidak mampu memenuhi kebutuhan. Jika tidak diatur, industri baja nasional akan semakin terpuruk,” tambahnya.

Dukungan Modal Kerja: Kunci Keberlanjutan Industri Baja Dalam Negeri

Selain tantangan eksternal, Krakatau Steel Group juga menghadapi tantangan internal, khususnya dari sisi kebutuhan modal kerja.

Baca Juga: PT Timah Dorong Pertumbuhan UMKM Lewat Program PUMK, Salurkan Modal Rp4,5 Miliar

Akbar Djohan menyebutkan bahwa penyediaan modal kerja merupakan kebutuhan mendesak agar perusahaan dapat mengoperasikan fasilitas produksi secara efisien dan berkelanjutan.

KS Group memiliki kapasitas produksi mencapai 7,9 juta ton per tahun dengan berbagai produk unggulan seperti Hot Rolled Coil (HRC), Cold Rolled Coil (CRC), pipa las, hingga profil konstruksi.

Restrukturisasi keuangan dan penyediaan modal kerja menjadi kunci. Tanpa dukungan finansial, upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi tidak akan optimal,” jelasnya.

Baca Juga: Kemandirian Desa Petani: Pertamina Drilling Kembangkan UMK Jahit Lokal

Untuk itu, Krakatau Steel Group mengusulkan agar pemerintah dan DPR dapat mendukung percepatan penyediaan modal kerja bagi perusahaan.

Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya membantu Krakatau Steel Group bertahan, tetapi juga memperkuat rantai pasok baja nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Hilirisasi dan Sinergi: Jalan Menuju Kemandirian Baja Nasional

Baca Juga: Gokil! Ada Libur Panjang Seminggu di Tahun 2026, Ayo Rencanakan Liburanmu Sekarang

Meski tantangan yang dihadapi tidak kecil, Krakatau Steel Group tetap optimistis terhadap masa depan industri baja nasional. Salah satu strategi utama yang tengah dijalankan adalah penguatan hilirisasi dan perluasan sinergi lintas sektor.

Menurut Akbar Djohan, hilirisasi akan membuka peluang besar untuk memperluas rantai nilai produk baja sekaligus menciptakan pasar domestik yang lebih kuat.

Sinergi dengan sektor perkapalan, militer, transportasi, hingga program pembangunan perumahan rakyat akan menjadi motor baru pertumbuhan industri baja nasional,” tegasnya.

Baca Juga: AHY Tinjau Proyek Tol Padang–Sicincin, Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini