Salah satu peluang strategis yang tengah dibidik adalah program pemerintah untuk pembangunan tiga juta rumah rakyat.
Proyek besar ini diperkirakan akan menyerap baja dalam jumlah signifikan dan menjadi momentum penting bagi penguatan industri baja dalam negeri.
Akbar Djohan juga menegaskan pentingnya peran dari legislatif dalam bentuk dukungan untuk mendorong adanya kebijakan perlindungan pasar, pengendalian tata niaga impor, penyediaan modal kerja, dan fasilitasi hilirisasi.
Baca Juga: Telkomsat Siapkan Satelit untuk Topang Pemulihan Layanan di Wilayah Indonesia Timur
“Kalau semua pihak bersinergi, industri baja nasional tidak hanya akan bertahan, tapi juga tumbuh menjadi tulang punggung pembangunan nasional.
"Krakatau Steel Group siap berada di garda terdepan dalam agenda besar ini,” pungkas Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia) serta Chairman IISIA (Indonesia Iron & Steel Industry Association).
Adapun program adalah salah satu bagian bagi kemajuan/kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dan hal ini bagian dari ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto.***
Artikel Terkait
Tahan Lama dan Ramah Lingkungan, Baja Krakatau Steel Topang Dapur MBG di Cilegon
Krakatau Steel di Persimpangan Strategis, Menyalakan Kembali Api Baja untuk 2025
Perkuat Pasar Eropa, Krakatau Steel Pecah Rekor Ekspor 54.247 Ton Baja CRC ke Spanyol
Dukung Program MBG, Krakatau Steel Produksi Food Tray Berbahan Minyak Nabati Sebanyak 1 Juta Unit per Bulan
Krakatau Steel Bangun Jembatan Gantung, Dorong Kesejahteraan Warga Lebak Banten