Sementara itu, Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ, R. Ery Ridwan, menjelaskan bahwa program ini merupakan manifestasi nyata nilai “Kolaboratif” dan “Adaptif” yang dijunjung seluruh anak perusahaan Pertamina.
Menurutnya, kehadiran perusahaan tidak boleh hanya terbatas pada kegiatan operasional, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi sosial dan lingkungan di wilayah kerja.
Baca Juga: PT Produksi Film Negara Buka Lowongan Magang BUMN Bidang Desain Grafis, Penempatan Jakarta Timur
“Kami melihat serabut kelapa ini sebagai ‘emas cokelat’ yang terabaikan. Di satu sisi, ini adalah limbah yang kerap diabaikan. Di sisi lain, ini adalah peluang.
"Program ini adalah jembatan yang menghubungkan masalah tersebut dengan solusi ekonomi, secara spesifik memberdayakan para istri nelayan yang merupakan tulang punggung ketahanan ekonomi keluarga,” ujar Ery.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata prinsip ekonomi sirkular yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Baca Juga: Panen Raya Padi Organik “Dewi Sri Sadana”, Harmoni Alam dan Budaya di Stasiun Jambu
“Kita tidak hanya bicara soal SDG poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) atau poin 5 (Kesetaraan Gender), tapi kita juga menyentuh langsung poin 12 (Produksi dan Konsumsi Bertanggung Jawab).
"Kami tidak sekadar memberi bantuan alat, tapi membangun sebuah ekosistem bisnis baru dari nol, yang bahan bakunya ada di halaman rumah mereka sendiri,” paparnya.
Lebih jauh, Ery menyebut bahwa inisiatif ini juga merupakan dukungan langsung terhadap visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Baca Juga: Cahaya Baru untuk Negeri: PLN Wujudkan Listrik Gratis bagi Warga Prasejahtera di Padang
“Pemerintah sangat menekankan pentingnya swasembada dan penguatan industri dalam negeri.
"Apa yang kita lakukan di Eretan Wetan ini adalah inisiatif hilirisasi skala mikro.
"Kita mengambil bahan mentah yang notabene adalah limbah, dan memberinya nilai tambah signifikan menggunakan teknologi tepat guna,” tutupnya.
Melalui program ini, PHE ONWJ tak hanya menciptakan peluang ekonomi baru bagi istri nelayan, tetapi juga menegaskan peran penting industri energi dalam membangun ekosistem berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat dari akar rumput.***
Artikel Terkait
PHE ONWJ Genjot Proyek Peremajaan Jalur Pipa Bawah Laut
Optimalisasi Operasi Migas, PHE ONWJ Sempurnakan Jalur Pipa Bawah Laut
Anjungan Lepas Pantai OOA PHE ONWJ Resmi Berdiri di Utara Jawa Barat
PHE ONWJ Sukses Bor Sumur LLE-5ST di Karawang, Produksi Capai 2.635 Barel per Hari
Kolaborasi PHE ONWJ dan ENP, Optimalkan Potensi Gas Bumi dari Wilayah Kerja ONWJ