“Dengan niat bersama, tantangan itu bisa kita lewati,” tambahnya.
Harapan Baru dari Rokan Hulu
Bagi Hadiyanto, sertifikasi RSPO bukan sekadar soal akses pasar yang lebih luas atau peluang ekonomi baru.
Lebih dari itu, ini adalah perubahan pola pikir petani.
“Sekarang saudara-saudara kami sudah tahu bagaimana berkebun yang baik. Produktivitas meningkat, penghasilan ikut naik.
"Sawit berkelanjutan bukan hanya jargon, tapi sudah jadi praktik nyata,” ujarnya.
Baca Juga: BULOG dan Komite II DPD RI Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Nasional
Meski baru merayakan keberhasilan, ia sadar bahwa pekerjaan belum selesai.
Tantangan berikutnya justru ada pada menjaga konsistensi.
“Yang paling berat itu mempertahankan sertifikat. Selain itu, kami juga sedang merencanakan replanting untuk lahan sekitar 300 hektare yang sudah waktunya diganti tanaman baru. Itu akan jadi prioritas kami,” ungkapnya.
Selain replanting, Makarti Jaya juga berambisi memperluas unit usaha serta menambah jumlah anggota.
“Orientasi kami sederhana: koperasi makin kuat, petani makin sejahtera. Kalau semua bekerja sama, saya optimistis kita bisa sukses bersama,” urainya.
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Irwan Perangin-Angin, menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Makarti Jaya menjadi bukti nyata sinergi antara perusahaan dan petani dalam menciptakan dampak positif bagi masa depan industri sawit nasional.
Artikel Terkait
Perkuat Kemitraan Tebu Berkelanjutan, PTPN III Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Bagi Petani Tebu Mitra Binaan
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Turut Gelar Mudik Asyik Bersama BUMN 2024, Simak Jadwal dan Rutenya
PTPN III Buka Lowongan Magang BUMN dengan Benefit Uang Saku, Mahasiswa Semester Akhir dan Fresh Graduate Bisa Daftar
Magang Akuntansi di PTPN III Medan: Peluang Berharga untuk Mahasiswa Ekonomi dan Keuangan
Dukung Kawasan Ekonomi Hijau, Sinergi Pertamina dan PTPN III Makin Kuat di Sei Mangkei