Baca Juga: Sambut Musim Hujan, ITDC Pastikan Sistem Drainase di KEK Mandalika Berfungsi Optimal
“Kami tidak hanya ingin petani produktif, tapi juga berdaya dan berkelanjutan. Sertifikasi RSPO ini menjadi simbol bahwa petani Indonesia mampu memenuhi standar global tanpa kehilangan jati diri lokalnya,” kata Irwan.
Ia menambahkan, PTPN IV PalmCo akan terus memperluas program pendampingan bagi koperasi mitra di seluruh Indonesia agar mampu mencapai sertifikasi serupa.
“Target kami jelas: semua petani mitra binaan PalmCo dapat menerapkan praktik sawit berkelanjutan. Kami ingin petani kita tidak hanya ikut pasar, tapi memimpin perubahan,” ujarnya.
Baca Juga: Telkom Gaspol Berdayakan Penyandang Disabilitas lewat Kreasi Kaltara Inklusif
Irwan menutup dengan pesan inspiratif, menegaskan bahwa keberhasilan Makarti Jaya adalah awal dari babak baru bagi industri sawit nasional.
“Dari Kumain, kita belajar bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Ini bukan akhir dari perjalanan, tapi awal dari masa depan sawit Indonesia yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sertifikasi RSPO bagi Koperasi Produsen Makarti Jaya bukan sekadar simbol pengakuan internasional, melainkan cerita tentang tekad petani kecil di pelosok Riau untuk membuktikan bahwa sawit Indonesia bisa dikelola secara bertanggung jawab.
Dari Desa Kumain, harapan baru itu tumbuh — bahwa sawit berkelanjutan bukan lagi impian, melainkan masa depan yang kini semakin nyata.***
Artikel Terkait
Perkuat Kemitraan Tebu Berkelanjutan, PTPN III Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Bagi Petani Tebu Mitra Binaan
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Turut Gelar Mudik Asyik Bersama BUMN 2024, Simak Jadwal dan Rutenya
PTPN III Buka Lowongan Magang BUMN dengan Benefit Uang Saku, Mahasiswa Semester Akhir dan Fresh Graduate Bisa Daftar
Magang Akuntansi di PTPN III Medan: Peluang Berharga untuk Mahasiswa Ekonomi dan Keuangan
Dukung Kawasan Ekonomi Hijau, Sinergi Pertamina dan PTPN III Makin Kuat di Sei Mangkei