Antares Eazy dari Telkom Solution Tingkatkan Keamanan dan Efisiensi BPPTD Mempawah

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 13 November 2025 | 18:30 WIB
BPPTD Mempawah menggunakan Antares Eazy dari Telkom untuk pengawasan real-time dan efisiensi biaya hingga 30%. (Dok. Telkom)
BPPTD Mempawah menggunakan Antares Eazy dari Telkom untuk pengawasan real-time dan efisiensi biaya hingga 30%. (Dok. Telkom)

Kabar BUMN — Keamanan merupakan fondasi utama bagi setiap institusi karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran operasional, reputasi, serta keselamatan seluruh pihak di dalamnya.

Namun, pengelolaan sistem keamanan di area yang luas kerap menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika perangkat pengawasan seperti CCTV tidak terintegrasi dengan baik.

Kondisi inilah yang sempat dialami Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Mempawah sebelum bertransformasi melalui penerapan Antares Eazy, solusi digital dari Telkom Solution, bagian dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).

Baca Juga: Hangat dan Estetik, Piknik Nusantara di TMII Bawa Nuansa Betawi Klasik ke Tengah Kota

Sebagai pusat pelatihan di bawah naungan Kementerian Perhubungan, BPPTD Mempawah berdiri di atas lahan seluas 20 hektar di Kalimantan Barat.

Area yang luas ini menuntut sistem keamanan yang tangguh dan efisien untuk memantau beragam fasilitas pelatihan yang ada.

Keamanan yang ideal, menurut standar operasional, mencakup pengawasan fisik, kontrol akses, perlindungan data, hingga prosedur darurat yang jelas.

Baca Juga: Telkom Akses Raih Dua Sertifikasi Internasional, Tegaskan Komitmen terhadap Tata Kelola dan Keamanan Informasi

Salah satu elemen pentingnya adalah penggunaan CCTV dengan pemantauan real-time, yang memungkinkan deteksi dini terhadap aktivitas mencurigakan, meminimalkan risiko pencurian, dan mempercepat respons ketika terjadi insiden.

“Selama ini, kami masih mengandalkan sistem CCTV analog yang hanya dapat dipantau langsung di lokasi kamera masing-masing, sehingga pengawasan menjadi terbatas dan tidak terpusat,” ungkap Kepala BPPTD Mempawah, Bambang Wahyu Hapsoro.

Selain keterbatasan teknologi, Bambang menjelaskan bahwa infrastruktur teknologi informasi yang belum memadai turut mempersulit integrasi sistem pengawasan, yang berimbas pada lambatnya respons terhadap kejadian seperti pencurian atau potensi risiko keselamatan di area workshop.

Baca Juga: Jasa Marga Raih Penghargaan di Bisnis Indonesia Logistics Awards 2025, Tegaskan Kepemimpinan di Sektor Infrastruktur Logistik Nasional

Dari sisi geografis, tantangan juga muncul karena lokasi BPPTD yang berada di tepi pantai dengan tingkat kelembapan udara tinggi.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada daya tahan dan keamanan kabel listrik, terutama dalam hal isolasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini