Baca Juga: Bangkit Bersama PERMATA: Cerita Perubahan dari Desa Pengabuan
Ia menyampaikan bahwa keberhasilan proyek ini merupakan hasil sinergi PLN UID Bali, PLN Icon Plus, dan PLN Indonesia Power, yang masing-masing berkontribusi pada pengelolaan wilayah, integrasi sistem, hingga pengoperasian pembangkit.
Dukungan strategis dari USAID SINAR juga hadir sejak tahap pengembangan awal.
“Smart microgrid ini diharapkan mampu mengorkestrasi pembangkit dengan karakteristik berbeda, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), PLTS, dan BESS untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik,” terang Eric.
Baca Juga: Tempatnya Sunyi tapi Memikat, Begini Keindahan Pusuk Sembalun di Ketinggian Rinjani
Hingga Agustus 2025, jaringan kelistrikan di Nusa Penida telah melayani lebih dari 23 ribu pelanggan dengan total daya terpasang 60,91 megavolt ampere (MVA) dan transaksi energi mencapai 59,82 gigawatt hour (GWh).
Dengan keberadaan smart microgrid, efisiensi dan ketahanan sistem semakin meningkat, sekaligus memperkuat langkah Bali menuju kawasan hijau yang mandiri energi. ***
Artikel Terkait
Tak Sekadar Terangi Desa, PLN Juga ‘Menyinari’ Ladang Bunga Krisan di Tomohon
Dorong Standardisasi Pasokan dan Ekonomi Desa, PLN EPI Luncurkan Marketplace Biomassa untuk Cofiring
Cahaya Baru untuk Ndona Timur, PLN Terangi 7 Desa di Kabupaten Ende
Indonesia Tegaskan Aksi Nyata Menuju NZE 2060 di COP30, PLN Siap Jadi Penggerak Transisi Energi Nasional
Ciptakan Lingkungan Kerja Bahagia, PLN Diganjar Sertifikasi Great Place to Work 2025