Program GEMILANG PLUS PEP Pendopo Field, Satukan Kearifan Lokal dengan Sains Modern untuk Atasi Krisis Pertanian

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 25 November 2025 | 13:30 WIB
PEP Pendopo Field meluncurkan Gerakan Perempuan Lestarikan Alam Melalui Konservasi Pinang (GEMILANG). (Dok. PEP Pendopo Field)
PEP Pendopo Field meluncurkan Gerakan Perempuan Lestarikan Alam Melalui Konservasi Pinang (GEMILANG). (Dok. PEP Pendopo Field)

Kabar BUMN — Ketimpangan sosial dan tekanan perubahan iklim telah lama membayangi Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas, Sumatera Selatan.

Namun melalui sinergi antara kearifan lokal dan ilmu pengetahuan modern, desa ini berhasil menemukan jalan keluar.

Program GEMILANG PLUS yang dikembangkan PT Pertamina EP Pendopo Field kini menjadi solusi nyata yang mengangkat kembali ketahanan hidup masyarakat.

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Perkuat Strategi Perlindungan Keanekaragaman Hayati Lewat Implementasi Biodiversity Action Plan

Bagi warga Sukakarya, sawah bukan sekadar sumber pangan, melainkan “tabungan” masa depan.

Nafkah harian hingga perencanaan jangka panjang keluarga sangat bergantung pada hasil panen padi.

Namun harapan itu terus terancam oleh persoalan yang muncul setiap tahun: tingginya kandungan besi (Fe) pada tanah garapan.

Baca Juga: Pantai-pantai Cantik yang Hanya Bisa Ditemukan di Kebumen

“Sawah bagi kami seperti tabungan. Kalau gagal panen, semuanya ikut jatuh,” kenang Suhartini, Ketua KWT Melati.

Selain sawah, desa ini juga memiliki hamparan tanaman pinang, meski selama bertahun-tahun komoditas tersebut kerap dipandang sebagai tanaman pinggiran.

Kesadaran terhadap potensinya mulai tumbuh setelah Pertamina EP Pendopo Field meluncurkan Gerakan Perempuan Lestarikan Alam Melalui Konservasi Pinang (GEMILANG).

Baca Juga: Buruan Daftar! Lowongan Driver Forklift GDPS Masih Dibuka hingga Akhir November

Program ini menggerakkan KWT Melati melalui pendampingan aktif, mencakup pemetaan sosial, diskusi kelompok, dan penyusunan rencana lima tahun bersama warga.

Perlahan, masalah demi masalah mulai terurai dan harapan baru muncul.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini