Program GEMILANG PLUS PEP Pendopo Field, Satukan Kearifan Lokal dengan Sains Modern untuk Atasi Krisis Pertanian

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 25 November 2025 | 13:30 WIB
PEP Pendopo Field meluncurkan Gerakan Perempuan Lestarikan Alam Melalui Konservasi Pinang (GEMILANG). (Dok. PEP Pendopo Field)
PEP Pendopo Field meluncurkan Gerakan Perempuan Lestarikan Alam Melalui Konservasi Pinang (GEMILANG). (Dok. PEP Pendopo Field)

Desa Sukakarya menjelma menjadi contoh sukses bagaimana kearifan lokal dipadukan dengan sains untuk menjawab persoalan lingkungan dan pangan.

Baca Juga: Program Magang PHR Kembali Hadir, Dibuka Peluang Karier Bagi Lulusan Baru D3 hingga S1

Tahap awal program GEMILANG mengembangkan pinang menjadi produk bernilai tambah seperti bandrek pinang, kopi pinang, dan permen.

Namun tantangan besar tetap menghantui: air pematang berubah menguning, padi kerdil, dan produktivitas merosot hingga 80 persen akibat Fe yang berlebihan.

Pada 2018, lebih dari 20 hektare sawah tercatat gagal panen.

Baca Juga: 25 Ucapan Hari Guru Nasional yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

Terobosan akhirnya ditemukan dari tanaman yang selama ini diremehkan.

Pinang terbukti mampu menekan kadar Fe dalam tanah.

Temuan tersebut membuat lahan kembali subur, tanaman pulih, dan panen kembali meningkat.

Baca Juga: Program Mandiri Sahabatku Diperluas ke Korea Selatan, Perkuat Literasi Keuangan, Akses Investasi, dan Peluang Usaha Perikanan bagi PMI

Keberhasilan ini kemudian mengundang perhatian akademisi.

Bersama Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), Pertamina EP Pendopo Field melakukan riset lanjutan yang menunjukkan kandungan tanin dan polifenol pada pinang mampu menekan reaksi oksidasi logam.

Dari hasil riset itulah tercipta inovasi serbuk pinang fermentasi.

Baca Juga: PT TIMAH Tbk Bantu Ringankan Biaya Medis Balita di Bangka Tengah

Prosesnya sederhana: buah pinang kering ditumbuk, difermentasi dengan etanol 70 persen, lalu larutannya disemprotkan ke lahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini