Awang juga menekankan bahwa inovasi dan teknologi merupakan pilar keberhasilan pengelolaan lapangan mature, namun ia menekankan pentingnya kualitas SDM.
“Keberhasilan strategi dan pelaksanaan proyek investasi hulu migas sangat bergantung pada kompetensi personel di lapangan. Kami terus mengembangkan kapabilitas pekerja, baik senior maupun generasi baru, agar adaptif, inovatif, dan mampu merespon tantangan industri,” jelasnya.
Baca Juga: Loker Terbaru PT GDPS, Tersedia Posisi untuk Lulusan SMA Sederajat di PT Garuda Indonesia Solo
Sementara itu, Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan bahwa PHI beserta anak usahanya berkomitmen menerapkan praktik engineering kelas dunia dalam membangun dan mengembangkan fasilitas produksi migas.
Ia menekankan bahwa proyek ini memiliki nilai lebih dari sekadar pembangunan fasilitas lepas pantai.
“Proyek Sisi Nubi AOI bukan hanya tentang pembangunan fasilitas offshore, namun juga tentang semangat untuk terus maju di tengah tantangan operasional dan bisnis yang semakin tinggi."
Baca Juga: Singapura Menyala di Malam Tahun Baru: Rekomendasi Spot Terbaik untuk Sambut 2026
"Dengan kapasitas desain rata-rata 20-25 MMSCFD per platform, proyek Sisi Nubi AOI dapat meningkatkan produksi gas dan kondensat PHM yang akan berkontribusi kepada ketersediaan dan ketahanan energi nasional,” ujar Sunaryanto.
Serangkaian pencapaian besar mewarnai perjalanan proyek Sisi Nubi AOI. Perjalanan dimulai dari seremoni pemotongan besi pertama di fasilitas PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, pada 15 Januari 2024.
Selanjutnya, pada November–Desember 2024 dilakukan sail away enam jacket, dilanjutkan instalasi jacket di laut pada Desember 2024–Januari 2025. Pada Januari–Februari 2025 dilakukan pemasangan pipeline, riser, dan subsea spool.
Kegiatan berikutnya adalah sail away topside WPS4 dan WPS5 pada 28 April 2025, disusul WPN7 dan WPN8 pada 6 Mei 2025, kemudian WPN5 dan WPN6 pada 16 Mei 2025. Seluruh instalasi topside berlangsung aman sepanjang Mei–Juni 2025.
Setelah itu dilakukan pengeboran sumur SS-401 dan SS-406 di Platform WPS4 sejak 13 Agustus hingga 5 November 2025.
Tahap well connection, well intervention, hingga start-up dua sumur tersebut dilaksanakan sejak 5 November hingga 4 Desember 2025.
Artikel Terkait
Pertamina Hulu Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas Lewat UMK Academy 2025
Pertamina Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025, Tekankan Etika Kerja dan Inklusi Tanpa Batas
Pertamina Mandalika International Circuit Raih Sertifikasi Keamanan Level 1 dari BNPT
Pacu Pemulihan Energi, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Aceh, Sumut, dan Sumbar Aman
Menteri ESDM dan Dirut Pertamina Tinjau Pemulihan Pascabencana di Sumatera Barat, Salurkan Bantuan dan Semangati Warga Terdampak