Pada fase ini, PHM memanfaatkan teknologi Coil Hose untuk mengeluarkan fluida completion secara efisien serta Tractor dan Stroker untuk pergantian zona pada sumur berdeviasi tinggi.
Ramping-up produksi berlangsung bertahap dengan pengambilan data dan monitoring parameter sumur.
Dengan melibatkan lebih dari 2.800 tenaga kerja dan berbagai aktivitas SIMOPS, proyek ini memiliki tingkat kompleksitas tinggi.
Baca Juga: Pacu Pemulihan Energi, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Aceh, Sumut, dan Sumbar Aman
Meski demikian, seluruh rangkaian dimulai sejak awal 2024 hingga onstream berjalan aman dengan total lebih dari 9 juta jam kerja tanpa Lost Time Injury (LTI). Capaian tersebut memperkuat komitmen PHM dalam menjalankan standar HSSE secara konsisten.
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merupakan anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8 yang mengelola operasi migas hulu di Wilayah Kerja Mahakam dengan standar ESG.
Sebagai KKKS yang bekerja untuk pemerintah melalui SKK Migas, PHM bersama seluruh entitas PHI terus menghadirkan inovasi dan teknologi demi menghasilkan energi yang aman, andal, efisien, serta ramah lingkungan dalam rangka menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. Informasi lengkap mengenai PHM dan PHI dapat diakses melalui https://phi.pertamina.com. ***
Artikel Terkait
Pertamina Hulu Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas Lewat UMK Academy 2025
Pertamina Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025, Tekankan Etika Kerja dan Inklusi Tanpa Batas
Pertamina Mandalika International Circuit Raih Sertifikasi Keamanan Level 1 dari BNPT
Pacu Pemulihan Energi, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Aceh, Sumut, dan Sumbar Aman
Menteri ESDM dan Dirut Pertamina Tinjau Pemulihan Pascabencana di Sumatera Barat, Salurkan Bantuan dan Semangati Warga Terdampak