Peran IVD sangat penting dalam sistem layanan kesehatan modern karena memungkinkan proses diagnosis yang cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan klinis.
Baca Juga: Agenda Akhir Tahun Candi Prambanan 2025, Wisata Sejarah yang Semakin Meriah
Ke depan, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada transfer teknologi produksi IVD, tetapi juga membuka peluang pengembangan dan inovasi teknologi medis lainnya.
Sinergi Bio Farma dan Fapon diharapkan dapat memperkuat kemandirian diagnostik nasional, mendorong substitusi impor alat kesehatan, serta mempercepat terwujudnya ketahanan kesehatan nasional yang tangguh dan berdaya saing di kawasan Asia Tenggara.***
Artikel Terkait
Jelang DCVMN ke-26 di Bali, Bio Farma Bersama Produsen Vaksin Dunia Tegaskan Komitmen Bangun Ketahanan Kesehatan Global
Vaksin HPV NusaGard Kini Halal, Bio Farma Semakin Solid Dukung Kesehatan Bangsa
Bio Farma Pertahankan Peringkat Platinum ASRRAT 2025, Bukti Konsistensi Penerapan ESG
Bio Farma Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Barat
Bio Farma Group Perkuat Dukungan Pemulihan Korban Bencana di Aceh