Baca Juga: Di Tengah Tingginya Mobilitas Nataru, KAI Ajak Penumpang Turut Jaga Kebersihan
Sejak program pengembangan berjalan, PEP Zona 4 menggarap cluster ini dengan pendekatan High Res Compartment Identification and New Stratigraphic Concept. Hingga 2025, kapasitas produksi minyak rata-rata Cluster Gunung Kemala telah meningkat signifikan dan berada di kisaran 2.400 BOPD.
Rangkaian pencapaian PEP Prabumulih Field sepanjang tahun ini juga dibarengi dengan catatan nihil kecelakaan kerja. Aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam seluruh aktivitas operasional di Field Prabumulih.
Komitmen terhadap inovasi untuk menjaga keberlanjutan produksi pun terus dilakukan. Upaya tersebut berbuah penghargaan Best Innovation dan Best Lifting Oil dalam forum Continuous Improvement Program (CIP) PEP Regional 1.
Baca Juga: Tempat Brunch dengan Menu Roti di Bandung, Bisa Jadi Pilihan Sarapan Siang di Masa Libur Panjang
Ke depan, Luthfi menegaskan bahwa PEP Prabumulih Field akan terus mendorong peningkatan produksi migas guna mendukung ketahanan energi nasional.
Untuk tahun 2026, target produksi minyak ditetapkan naik menjadi 10.500 BOPD, sementara target produksi gas sebesar 105 MMSCDD.
"Paling utama yang harus kita jaga itu aspek safety karena tidak akan ada nilai atau artinya semua semua pencapaian saat ada catatan pada aspek keselamatan," ujar Luthfi. ***
Artikel Terkait
Jaga Keberlanjutan Program Gayatri, PEP Sukowati Rangkul KPM dalam FGD Evaluatif
PEP Sukowati Serahkan Bantuan Program Sarana Taman Desa Berseri di Bojonegoro, Dukung Sambiroto Makin Berseri
Program GEMILANG PLUS PEP Pendopo Field, Satukan Kearifan Lokal dengan Sains Modern untuk Atasi Krisis Pertanian
PELITA BUWANA, Inovasi Sosial PEP Sangatta Field Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan
Tanam Ribuan Pohon di Gunung Pandan, PEP Sukowati Field Tegaskan Komitmen Lingkungan Lewat Pertamina Green Action 2025