RDMP Balikpapan Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional, Begini Proses Pembangunannya

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 13 Januari 2026 | 16:30 WIB
Pertamina mengembangkan RDMP Balikpapan sejak 2019 sebagai proyek strategis untuk modernisasi kilang dan penguatan ketahanan energi nasional. (Dok. Pertamina)
Pertamina mengembangkan RDMP Balikpapan sejak 2019 sebagai proyek strategis untuk modernisasi kilang dan penguatan ketahanan energi nasional. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui pelaksanaan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Proyek strategis nasional yang dibangun sejak 2019 ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur energi nasional yang terintegrasi, mencakup sistem penerimaan minyak mentah, proses pengolahan, hingga penguatan keandalan rantai pasok energi secara menyeluruh.

Dengan total investasi setara Rp123 triliun, RDMP Balikpapan difokuskan untuk memodernisasi kilang eksisting.

Baca Juga: Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Siapkan 649.780 Kursi dan Catat Okupansi 53,46 Persen

Proyek ini ditargetkan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkokoh ketahanan energi nasional.

Secara keseluruhan, RDMP Balikpapan dirancang dan dilaksanakan dalam tiga lingkup utama proyek yang saling terhubung dan terintegrasi guna memastikan kesiapan operasional kilang sekaligus keberlanjutan pasokan energi nasional.

Lingkup pertama adalah early work, yang mencakup 16 paket pekerjaan pendahuluan.

Baca Juga: BULOG Apresiasi 10 Pejabat Berprestasi dalam Mendukung Swasembada Pangan 2025

Tahapan ini meliputi persiapan dan pematangan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan utilitas sementara, serta pembangunan berbagai fasilitas penunjang konstruksi.

Early work menjadi fondasi penting untuk mendukung kelancaran dan keselamatan seluruh tahapan konstruksi utama RDMP Balikpapan.

Pada lingkup kedua, Pertamina melakukan pengembangan dan pembangunan fasilitas utama kilang yang mencakup 39 unit, terdiri atas 21 unit proses baru dan 13 unit fasilitas utilitas pendukung.

Baca Juga: Harga Tiket Masuk Umbul Nilo Terbaru 2026, Wisata Air Dingin Favorit di Klaten

Selain membangun unit baru, proyek ini juga merevitalisasi empat unit fasilitas utama pengolahan, yakni unit distilasi minyak mentah, unit pengolahan residu, unit hydrocracking dan hydrotreating, serta fasilitas pemulihan LPG.

Pembangunan dan revitalisasi unit-unit tersebut bertujuan meningkatkan fleksibilitas serta keandalan pengolahan minyak mentah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas produk BBM agar memenuhi standar yang lebih tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini