“Dengan ketersediaan dan harga gas yang terjangkau di Aljazair, kita dapat bekerja sama mengembangkan ekosistem industri pupuk terintegrasi di Aljazair yang produknya dapat digunakan untuk kebutuhan nasional,” tambah Rahmad Pribadi.
Baca Juga: Kunjungi KM Kelud, Kedubes Inggris Saksikan Langsung Keberhasilan Transformasi PELNI
Somiphos sendiri merupakan perusahaan tambang fosfat milik negara Aljazair yang bergerak di bidang eksplorasi, penambangan, pengolahan, hingga pemasaran batuan fosfat atau rock phosphate.
Perusahaan ini beroperasi di wilayah Tebessa, Aljazair bagian timur, dan dikenal sebagai produsen utama fosfat dari kawasan tambang Djebel Onk yang merupakan salah satu deposit fosfat terbesar di negara tersebut.
Didirikan pada Januari 2005, Somiphos merupakan bagian dari reorganisasi industri fosfat nasional Aljazair dan berada dalam ekosistem Grup SONAREM, perusahaan tambang nasional Aljazair. Keberadaan Somiphos menjadi elemen penting dalam penguatan sektor fosfat Aljazair sekaligus mitra strategis bagi Pupuk Indonesia dalam menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku pupuk. ***
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Jalankan Penyaluran Pupuk Subsidi 2026, Alokasi Capai 9,8 Juta Ton
Pupuk Indonesia Memberikan Bantuan Pupuk Nonsubsidi untuk Rehabilitasi Lahan Pertanian Terdampak Banjir Sumatera
Pupuk Indonesia Salurkan Pupuk dan Bantuan Kemanusiaan untuk Rehabilitasi Pertanian Pascabanjir di Sumatera
Dukungan Berkelanjutan Pupuk Indonesia untuk Pemulihan Banjir Aceh Utara
Pupuk Indonesia Hadir untuk Petani, Dukung Rehabilitasi Lahan Pascabanjir Sumatera