“Kolaborasi ini sangat potensial. Selain memperkuat pasokan bahan baku, hasilnya juga bisa terlihat relatif cepat.
"Fokus pendampingan ke depan adalah pada kualitas dan ketepatan waktu produksi,” jelas Bima.
Baca Juga: Jajanan Tradisional Jepang yang Bisa Ditemukan di Asakusa, Tokyo
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Kebumen dan PT Agrominafiber Java Indonesia dalam Program Pertapreneur Aggregator.
Kerja sama ini berfokus pada pemberdayaan warga binaan melalui pengolahan pelepah pisang menjadi serat alami ramah lingkungan dengan nilai jual dan peluang pasar hingga skala global.
“Melalui pendampingan intensif selama enam bulan ke depan, Pertamina berharap model kolaborasi ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi yang tidak hanya berdaya saing secara bisnis, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan,” jelas Baron.***
Artikel Terkait
Pertamina EP Mulai Fabrikasi Fasilitas Gas Lapangan Bambu Merah
Aksi Kemanusiaan Berkelanjutan, PHE OSES dan Pertamina EP Hadir untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Komitmen K3 Antar Subholding Upstream Pertamina Berbuah Penghargaan Patra Adikriya Bhumi 2026
Komitmen Sosial Pertamina Bersama ESDM dan SERUNI KMP, Air Bersih Kini Tersedia di Kampung Tambat Merauke
Hulu Migas Masih Jadi Pilar Utama Energi, Pertamina Drilling Tegaskan Peran Strategis di Era Transisi