"Di sinilah peran PRIME menyusun strategi ramp-up. Mereka melakukan kalkulasi perkiraan produksi berdasarkan ketersediaan gas yang ada. Ini seperti mengatur lalu lintas udara yang sangat padat dengan bahan bakar terbatas," jelas Desy.
Seluruh proses ini melibatkan penyesuaian frekuensi listrik dan beban pompa di wilayah operasi seluas 6.200 kilometer persegi, sebuah orkestrasi teknis yang sangat kompleks.
Keputusan Sulit di Bawah Tekanan
Melalui perhitungan teknik yang cermat, PHR mengambil langkah strategis dengan menghentikan sementara pasokan listrik ke fasilitas pendukung dan sumur marginal yang berproduksi rendah. Energi yang tersedia dialihkan untuk menjaga operasional sumur-sumur prioritas.
Hasilnya tercermin dari data IMT yang menunjukkan ketahanan sistem luar biasa. Di tengah defisit daya setara satu kota kecil, lebih dari 7.000 sumur prioritas tetap beroperasi tanpa gangguan.
"Kami kehilangan sebagian potensi produksi, itu fakta yang tak terelakkan. Tapi strategi ini berhasil mencegah kerugian yang jauh lebih masif. Kami menyelamatkan aset vital negara dari kerusakan permanen," tambah Desy.
Baca Juga: Kolaborasi InJourney Group Perkuat Kapasitas Pedagang Pantai di Kawasan The Nusa Dua
Resiliensi Senyap di Balik Angka Produksi
Incident Commander IMT, Endah Rumbiyanti, menilai peristiwa ini sebagai bukti bahwa ketahanan energi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.
"Kemampuan para insinyur PHR dalam melakukan manuver beban (load shedding) berbasis data, dan bergelut dengan dinamika kondisi pasokan gas serta memastikan tetap memberikan lifting membuktikan bahwa Rokan dikelola oleh tangan-tangan yang paham betul apa yang mereka pertaruhkan," ujar Rumbi.
Baca Juga: PT Agrinas Jaladri Nusantara Cari Talenta General Affairs untuk Penempatan Jakarta Selatan
Bagi publik, grafik produksi mungkin sekadar deretan angka. Namun bagi tim di Wilayah Kerja Rokan, 7.265 sumur yang tetap hidup adalah simbol keberhasilan strategi dan dedikasi.
Sebuah upaya senyap demi memastikan kontribusi Rokan terhadap APBN dan Merah Putih tetap terjaga.
Kini, seiring membaiknya suplai gas, strategi defensif tersebut beralih menjadi agresif. PHR tengah melakukan ramp-up cepat sebagai bukti bahwa perusahaan ini tidak hanya mampu bertahan saat krisis, tetapi juga sigap bangkit kembali. ***
Artikel Terkait
Pertamina Hulu Rokan Tekan Pengangguran Lewat Program Vokasi
Menjaga Jejak Lutung Kokah: Komitmen Pertamina Hulu Rokan untuk Konservasi Primata Sumatra
Pertamina Hulu Rokan Dukung Konservasi Gajah Sumatera di Riau, Wujud Nyata Komitmen Jaga Keanekaragaman Hayati
Pertamina Hulu Rokan Kembangkan Teknologi CEOR di Lapangan Minas untuk Dongkrak Produksi Minyak Nasional
Lapangan Minas Masuki Fase Baru, Pertamina Hulu Rokan Andalkan Teknologi Chemical EOR