Dua armada utama, yakni KMP Bahteramas II dan KMP Sultan Murhum II, menjadi tulang punggung layanan menuju Wakatobi melalui rute Kamaru–Wanci serta Kamaru–Kaledupa–Wanci–Tomia–Binongko.
Sepanjang tahun 2025, layanan penyeberangan ke wilayah Wakatobi telah melayani lebih dari 14 ribu penumpang dan mengangkut sekitar 10 ribu kendaraan.
Data ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan konektivitas laut, sekaligus menegaskan peran strategis layanan penyeberangan dalam mendukung aktivitas pariwisata dan perekonomian kepulauan.
Dengan kesiapan armada serta penguatan layanan lintasan yang berkelanjutan, ASDP berkomitmen untuk terus membangun konektivitas laut yang inklusif dan merata.
Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kesinambungan pariwisata bahari Indonesia sebagai salah satu kebanggaan nasional. ***
Artikel Terkait
ASDP Raih Dua Penghargaan Indonesia Green Award 2026, Tegaskan Konsistensi Strategi ESG
Cuaca Ekstrem Berlanjut, ASDP Perkuat Kesiapsiagaan di Lintas Sumatera-Jawa-Bali
Pelabuhan Bitung, Gerbang Strategis ASDP yang Jadi Penopang Logistik dan Konektivitas Timur Indonesia
Strategi Terpadu ASDP Sambut Mudik Lebaran 2026 di Jalur Sumatera–Jawa–Bali
ASDP Perkuat Akses Penyeberangan Sorong demi Menjaga Konektivitas Papua Barat Daya