Sinergi Nasional Dorong Kedaulatan Baja, Krakatau Steel Tekankan Proteksi dan Optimalisasi Industri

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 5 Februari 2026 | 09:00 WIB
Krakatau Steel dorong kedaulatan industri baja nasional melalui sinergi negara, proteksi perdagangan, penguatan SNI, dan transformasi bisnis berkelanjutan. (Dok. Krakatau Steel)
Krakatau Steel dorong kedaulatan industri baja nasional melalui sinergi negara, proteksi perdagangan, penguatan SNI, dan transformasi bisnis berkelanjutan. (Dok. Krakatau Steel)

Untuk memperkuat industri baja nasional, Krakatau Steel mengusulkan lima langkah strategis, yakni menjadikan Krakatau Steel sebagai One Stop Services pemenuhan kebutuhan baja seluruh Proyek Strategis Nasional, mempercepat penerapan BMAD, Bea Masuk Imbalan, dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan, melakukan transformasi tata niaga impor besi dan baja agar lebih seimbang dan berkelanjutan, memperkuat implementasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), serta memperluas cakupan dan penegakan SNI Wajib untuk produk baja.

Baca Juga: Dipengaruhi Beberapa Faktor, Laba Bersih BNI Turun 6,97 Persen Sepanjang 2025

DPR RI: Industri Baja Merupakan Aset Strategis Nasional

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, selaku pimpinan rapat, menegaskan bahwa industri baja memegang peranan krusial sebagai penopang pembangunan nasional, mulai dari sektor infrastruktur, perumahan, energi, pertahanan, hingga manufaktur.

Ia mengingatkan bahwa tanpa kebijakan yang cepat dan tegas, Indonesia berpotensi kehilangan industri strategis dan semakin bergantung pada impor.

Menurutnya, penyelamatan industri baja nasional merupakan bentuk nyata keberpihakan negara terhadap BUMN strategis demi mewujudkan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya penguatan ekonomi nasional yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945.

Baca Juga: Tren Padel Menyebar ke Garut, Padel Park Tawarkan Sensasi Main dan Nongkrong

Pemerintah Dorong Proteksi Perdagangan dan Standarisasi

Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, mengungkapkan bahwa utilisasi industri baja nasional baru mencapai 52,7%, sehingga masih terbuka peluang ekspansi yang sangat besar.

Kementerian Perindustrian mendorong penguatan proteksi perdagangan, modernisasi teknologi yang ramah lingkungan, peningkatan investasi sektor hulu, serta pengembangan hilirisasi baja nasional.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan dalam mengoptimalkan instrumen trade remedies melalui BMTP, BMAD, dan Bea Masuk Imbalan untuk menahan masuknya impor yang tidak sehat.

Baca Juga: Promo Februari dari KCIC, Rombongan Minimal 20 Orang Bisa Dapat Diskon 20 Persen Naik Kereta Cepat Whoosh

Plt. Kepala BSN RI, Yustinus Kristianto Widiwardono, menyampaikan bahwa hingga kini telah ditetapkan 324 SNI di sektor baja dan logam, dengan 23 di antaranya bersifat wajib.

Penguatan penerapan SNI diharapkan mampu menjadi instrumen proteksi teknis yang efektif bagi industri dalam negeri.

Danantara Siap Perkuat Hulu Baja Nasional

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan Lesehan di Solo dengan Menu Dagangan Berbeda-beda, yang Sajikan Kambing Buka 24 Jam

Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa Krakatau Steel telah memasuki fase menuju kondisi keuangan yang sehat.

Danantara juga berencana melakukan groundbreaking pengembangan sektor hulu industri baja dengan tambahan kapasitas produksi sekitar 3 juta ton per tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini