Indonesia sendiri telah dipercaya sebagai Center of Excellence on Vaccine and Biotech Products oleh OKI sejak OIC Health Minister Meeting di Jeddah tahun 2017.
Baca Juga: Contoh 15 Ucapan Hari Valentine Paling Romantis untuk Pasangan, Simpel tapi Bikin Hati Meleleh
Melalui mandat tersebut, Bio Farma bersama para pemangku kepentingan nasional menjalankan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari pelatihan produksi dan pengendalian mutu vaksin, riset vaksin inovatif, hingga pengembangan kolaborasi riset dan alih teknologi antar negara OKI.
Sebagai bagian dari implementasi konkret, Indonesia juga menjalankan program reverse link age project bersama Senegal melalui kolaborasiantara Bio Farma dan Institut Pasteur de Dakar dengan dukungan Islamic Development Bank.
Selain itu, melalui OIC COMSTECH Fellowship, Indonesia secara konsisten menyelenggarakan pelatihan vaksinologi bagi peserta dari berbagai negara OKI pada periode 2022–2024 sebagai bagian dari transfer pengetahuan dan penguatan SDM.
Baca Juga: Tiket Kapal PELNI Diskon 30% untuk Periode Mudik Lebaran 2026
Dalam 4th Meeting OIC VMG ini, Kepala Departemen International Relation Bio Farma Astri Rahmawati menyampaikan bahwa penguatan kapasitas manufaktur vaksin di kawasan OKI harus dibangun melalui pendekatan kolaboratif dan terstruktur.
“Bio Farma meyakini bahwa kemandirian vaksin di kawasan OKI hanya dapat dicapai melalui sinergi yang mencakup penguatan fasilitas produksi, transfer teknologi, harmonisasi standar mutu, serta pengembangan sumber daya manusia.
"Indonesia melalui Bio Farma siap menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem manufaktur vaksin yang berkelanjutan dan berstandar internasional di negara-negara OKI,” ujar Astri.
Baca Juga: PEPC Zona 12 Ajak Jurnalis Hidup Sehat, Perkuat Sinergi Lewat Olahraga Bersama
Sebagai BUMN farmasi yang berdiri sejak 1890 dan memiliki kapasitasproduksi lebih dari 3,1 miliar dosis per tahun, Bio Farma terusmemperluas kontribusinya dalam ekosistem kesehatan global.
Selain memasok vaksin ke lebih dari 150 negara, Bio Farma juga mengembangkan sejumlah pipeline vaksin strategis, termasuk Typhoid Conjugate Vaccine (TCV), Rotavirus, serta novel Oral Polio Vaccine (nOPV).
Melalui peran aktif di WHO, UNICEF, CEPI, Gavi, dan DCVMN, di mana Bio Farma dipercaya sebagai Chair of the Board, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok vaksin, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun arsitektur kesehatan global.
Partisipasi Bio Farma 4th Meeting OIC VMG ini sekaligus mempertegas komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama industri intra-OKI melalui integrasi rantai pasok regional, riset kolaboratif, serta model alih teknologi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Lebih dari Seribu Dosis Disalurkan, Bio Farma Dukung Vaksinasi Tim Satgas Kemendagri di Aceh Tamiang
Bio Farma dan Pemprov Kaltara Gelar Vaksinasi DBD untuk Ratusan Anak di Bulungan
Perkuat Peran BUMN, Bio Farma Salurkan Vaksin Tetanus dan Bantuan Logistik untuk Korban Longsor Bandung Barat
Bio Farma Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas, Hadirkan 14 Mitra Binaan di INACRAFT 2026
Ringankan Beban Pemudik Lebaran, Bio Farma Kembali Gelar Program Mudik Gratis 2026