Kabar BUMN - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menutup tahun 2025 dengan kinerja keuangan yang solid dan berkelanjutan.
Sebagai emiten BUMN di bidang infrastruktur jalan tol, Jasa Marga berhasil mencatat peningkatan pendapatan usaha sebesar 5,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp19,8 triliun.
Peningkatan ini didorong oleh kontribusi utama dari pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp1,6 triliun.
Baca Juga: TelkomGroup Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Keberangkatan Terpusat di Jakarta
Selaras dengan hal tersebut, EBITDA Perseroan tercatat meningkat dibandingkan periode sebelumnya menjadi sebesar Rp13,3 triliun.
Jasa Marga juga berhasil menjaga kestabilan kinerja Perseroan dengan capaian EBITDA Margin pada level yang tangguh, yakni 67,0%. Atas seluruh kinerja Perseroan yang positif tersebut, core profit Perseroan tercatat stabil sebesar Rp3,7 triliun.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengungkapkan bahwa stabilitas core profit ini tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5% (yoy).
Baca Juga: Konektivitas Kapal PELNI Naik Level, CCTV Bisa Dipantau Real-Time dari Darat
“Core profit dan kinerja Perseroan sepanjang 2025 terjaga stabil, didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta penurunan beban keuangan secara konsolidasi sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan pada Kuartal IV Tahun 2024,” ujar Rivan.
Pada tahun 2024, Perseroan menggandeng mitra strategis melalui aksi korporasi equity financing PT JTT, dimana Perseroan tetap menjadi pengendali utama dengan kepemilikan saham sebesar 65%.
Strategi ini terbukti mampu memperkuat kapasitas keuangan dan meningkatkan fleksibilitas pendanaan Perseroan.
Baca Juga: Dirut Pertamina Kunci Stok Energi Nasional, Pemudik Bisa Lebih Tenang
“Yang bertumbuh secara konsisten adalah pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA. Hal ini menunjukkan fundamental bisnis Perseroan tetap stabil dan resilien,” jelas Rivan.
Efek positif dari langkah tersebut tercermin pada perbaikan rasio solvabilitas di tahun 2025, yang ditunjukkan dengan peningkatan Interest Coverage Ratio (ICR) menjadi 3,7x.
Di sisi lain, rasio Interest Bearing Debt to Total Equity (DER) terjaga pada level yang sangat sehat, yakni 1,2x. Hal ini mengukuhkan kemampuan Perseroan dalam menjaga rasio covenant di tengah kebutuhan ekspansi bisnis dan pengoperasian ruas tol baru.
Baca Juga: Bayar Tagihan Gas Kini Lebih Praktis dan Hemat Lewat MyPertamina
Perseroan masih memegang posisi market leader di industri jalan tol dengan total panjang jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 1.294 KM dari total konsesi sepanjang 1.736 KM yang dikelola oleh Perseroan.
Jumlah ini merepresentasikan 42% dari total jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia.
Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatatkan pertumbuhan total volume transaksi di jalan tol sebesar 0,35% yoy atau mencapai 1,3 miliar kendaraan pada 2025, dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,58 juta kendaraan.
Baca Juga: Berbuka Puasa di Atas Rel, Kuliner Kereta Hadirkan Menu Takjil Spesial Selama Ramadhan
Sepanjang tahun 2025, Perseroan melanjutkan pembangunan sejumlah ruas jalan tol dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan antara lain Jalan Tol Probolinggo Banyuwangi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Jalan Tol Akses Patimban.
Artikel Terkait
Travoy Jadi Asisten Digital Perjalanan Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Perkenalkan Ekosistemnya di IIMS 2026
Catat! Jasa Marga Operasikan Empat Ruas Tol Gratis untuk Mempelancar Mudik Lebaran 2026
Suntik Modal Anak Usaha, Jasa Marga Menerbitkan Obligasi Rp2,06 Triliun
Momentum HUT ke-48, Jasa Marga Perkuat Komitmen Customer Experience Lewat Transformasi Infra as Culture
HUT ke-48 Jasa Marga Bertepatan Ramadan 1447H, Teguhkan Komitmen Melayani Sepenuh Hati