Soft Launching PLTS Terapung Karangkates 100 MW, Sinergi Air dan Energi Hijau Diperkuat

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 4 Maret 2026 | 11:00 WIB
Soft launching PLTS Terapung Karangkates 100 MW di Malang resmi dimulai, dukung NZE dan sinergi pengelolaan air serta energi hijau nasional. (Dok. PLTS)
Soft launching PLTS Terapung Karangkates 100 MW di Malang resmi dimulai, dukung NZE dan sinergi pengelolaan air serta energi hijau nasional. (Dok. PLTS)

Kabar BUMN – Perum Jasa Tirta I (PJT I) menunjukkan dukungannya dalam agenda Soft Launching Water Breaking pembangunan Proyek PLTS Terapung Karangkates 100 MW yang digelar pada Selasa, 10 Februari 2026.

Acara tersebut berlangsung di Gedung Gardu Pandang Bendungan Karangkates, Sumberpucung, Malang. Momentum ini menjadi titik awal dimulainya tahapan konstruksi fisik proyek energi terbarukan tersebut.

Peresmian awal ini menandai dimulainya realisasi proyek strategis berbasis energi baru terbarukan yang dikembangkan oleh PLN Group.

Baca Juga: Kampung Muslim di Bali, Sudah Ada sejak Zaman Majapahit

PLTS Terapung Karangkates berkapasitas 100 MWac termasuk salah satu pembangkit listrik tenaga surya terapung berskala besar di Indonesia yang berkontribusi terhadap target Net Zero Emission (NZE) dan pelaksanaan Green RUPTL.

Pengembangan proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PLN Nusantara Renewables, GD Power Hongkong, dan Perum Jasa Tirta I melalui PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI).

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi momentum penting transformasi pemanfaatan waduk secara multipurpose.

Baca Juga: Resmi! 26 Tol Diskon 30% dan 6 Ruas Gratis, Cek Daftarnya

“Soft launching ini bukan hanya penanda dimulainya konstruksi fisik PLTS Terapung Karangkates, tetapi juga simbol transformasi pengelolaan bendungan yang semakin adaptif terhadap tantangan energi masa depan."

"Waduk Karangkates kini berperan ganda, tidak hanya sebagai infrastruktur pengelolaan sumber daya air, tetapi juga sebagai bagian dari solusi transisi energi hijau nasional.”

Beliau menegaskan bahwa PJT I memastikan pengembangan proyek tetap mengedepankan prinsip keamanan bendungan, keberlanjutan fungsi utama waduk, serta tata kelola yang didasari prinsip kehati-hatian.

Baca Juga: PHE Pastikan Operasi Hulu Migas Tetap Andalan Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

“Kami memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan selaras dengan aspek teknis keselamatan bendungan dan tidak mengganggu fungsi utama pengelolaan air. Sinergi ini menunjukkan bahwa pengelolaan air dan pengembangan energi terbarukan dapat berjalan harmonis dan saling menguatkan.”

Dalam pelaksanaan soft launching tersebut, sejumlah rangkaian kegiatan turut digelar, mulai dari sambutan jajaran direksi mitra, pemaparan laporan proyek, arahan manajemen PLN, hingga pembacaan doa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini