Lebih dari 3.000 Perwira Pertamina Drilling Pastikan Operasional Pengeboran Tetap Berjalan Normal Selama Ramadhan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 12 Maret 2026 | 09:30 WIB
Pertamina Drilling menegaskan operasional pengeboran migas tetap berjalan normal selama Ramadhan dengan keselamatan sebagai prioritas utama. (Dok. Pertamina Drilling)
Pertamina Drilling menegaskan operasional pengeboran migas tetap berjalan normal selama Ramadhan dengan keselamatan sebagai prioritas utama. (Dok. Pertamina Drilling)

Di sisi lain, Avep juga mengajak seluruh perwira Pertamina Drilling untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa.

Baca Juga: Deadline Mendekat, Tukar Telkomsel Poin Sekarang untuk Ikut Undi-Undi Hepi 2026

“Jadikan puasa ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi negeri,” tuturnya.

Saat ini, Pertamina Drilling mengoperasikan 37 rig pengeboran dengan melibatkan lebih dari 3.000 kru yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, baik di darat (onshore) maupun di lepas pantai (offshore).

Operasional tersebut mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.

Baca Juga: Diskon Mudik Pulang–Pergi Bareng DAMRI Cuma Bayar 90%, Serbu Promonya!

Dengan cakupan operasi yang luas, Pertamina Drilling memegang peran strategis dalam mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi hulu migas nasional guna menjaga keberlanjutan pasokan energi di tengah berbagai tantangan global.

Melalui komitmen terhadap kinerja operasional yang unggul serta penerapan standar keselamatan yang ketat, Pertamina Drilling menegaskan kesiapannya untuk terus menjadi tulang punggung jasa pengeboran nasional, termasuk selama bulan suci Ramadhan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini