"Setelah kondisi lebih landai, kendaraan tersebut dilayani kembali secara bertahap,” jelasnya.
Untuk menjaga kelancaran operasional, sebanyak 32 kapal dioperasikan, dengan 18 di antaranya menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB).
Optimalisasi buffer zone juga dilakukan di sejumlah titik, seperti Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri.
Baca Juga: Promo Spesial 4 April, Naik DAMRI Lebih Hemat ke Berbagai Kota
Meski beberapa lokasi terpantau padat oleh kendaraan logistik, kondisi keseluruhan tetap dalam kendali petugas.
Dengan tingkat keterisian pelabuhan yang mencapai sekitar 90 persen, proses pemuatan kendaraan ke kapal tetap berlangsung lancar di seluruh dermaga.
Di tengah tingginya arus balik, ASDP turut mengingatkan pentingnya keselamatan perjalanan.
Baca Juga: Taman Nasional Komodo Masuk Daftar Tempat Terindah Dunia 2026, Ini Daya Tarik yang Bikin Mendunia
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk membeli tiket melalui Ferizy, mengatur waktu perjalanan, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kebutuhan selama perjalanan tercukupi,” tutup Yossianis.
ASDP kembali menegaskan komitmennya sebagai penghubung perjalanan masyarakat, memastikan setiap langkah kembali dari kampung halaman berlangsung aman, nyaman, dan penuh makna.***
Artikel Terkait
ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan di Indonesia Timur, Mobilitas Mudik Lebaran dan Logistik Kian Lancar
Arus Balik Lebaran 2026 Kian Padat, ASDP Jaga Penyeberangan Sumatera–Jawa Tetap Terkendali
Jaga Kelancaran Ketapang - Gilimanuk, ASDP Imbau Pemudik Menghindari Perjalanan di Puncak Arus Balik
ASDP Catat 49 Persen Pemudik Sudah Kembali dari Sumatera, Puncak Arus Balik Kedua Diprediksi Akhir Pekan ini
Arus Balik Lebaran 2026 Terkendali, ASDP Catat 60 Persen Pemudik Telah Menyeberang dari Sumatera ke Jawa