Perusahaan secara aktif menjajaki kemitraan dengan berbagai pihak, khususnya untuk proyek-proyek dengan kompleksitas teknis dan keekonomian tinggi, untuk mempercepat produksi migas dan mendorong inovasi teknologi.
Baca Juga: Magang Internal Audit Bergengsi! Kesempatan Emas di PT Eltran Indonesia, Cek Syaratnya
PHE juga fokus mengembangkan bisnis rendah karbon, terutama melalui inisiatif Carbon Capture and Storage (CCS) serta Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), sebagai bentuk kesiapan menghadapi kebutuhan energi masa depan yang berkelanjutan.
Saat ini, proyek CCS/CCUS yang paling memungkinkan dijalankan adalah yang terintegrasi dengan pengembangan lapangan migas.
Menurut PHE, penguatan kolaborasi lintas batas dan lintas pemangku kepentingan sangat penting untuk menjawab tantangan sektor energi.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026 Lancar, InJourney Catat Kenaikan Penumpang dan Aktivitas Wisata
Kerja sama ini mencakup industri migas, pemerintah, regulator, akademisi, masyarakat lokal, dan berbagai pihak lain guna membangun ekosistem energi yang tangguh dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan kolaboratif dan strategi pertumbuhan seimbang antara ketahanan energi saat ini dan transisi energi masa depan, PHE menegaskan perannya sebagai mitra strategis untuk menjaga pasokan energi sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan regional. ***
Artikel Terkait
Kelola 27% Wilayah Kerja Migas RI, Ini Strategi PHE Tingkatkan Produksi 2026
Perkuat Sinergi dengan Nelayan, PHE WMO Sosialisasikan Industri Migas dan Salurkan Ribuan Paket Bapokting
Manajemen PHE Tinjau Operasi Pengeboran di Blora, Soroti Pentingnya Keselamatan Kerja
PHE Angkat Inovasi dan Kolaborasi Hulu Migas di OTC Asia 2026
PHE dan INPEX Jalin Aliansi, Bidik Peluang Proyek Hulu Migas di Indonesia dan Asia Tenggara