“Pencapaian PROPER Emas yang kesepuluh dan penghargaan Green Leadership yang untuk pertama kalinya kami terima ini merupakan hasil dari komitmen dan konsistensi seluruh insan Bio Farma dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam proses bisnis perusahaan.
Baca Juga: Konektivitas Tol Sumsel Meningkat, Junction Palembang Hubungkan Berbagai Arah
"Bagi Bio Farma, keberhasilan ini bukan semata pengakuan atas kinerja perusahaan, tetapi juga cerminan dari tanggung jawab kami sebagai BUMN untuk memastikan bahwa kehadiran perusahaan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga lingkungan, serta mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Jeffri.
Dalam penilaian PROPER Tahun Kinerja 2025, Bio Farma mengusung dua kekuatan utama, yaitu eco innovation pada proses produksi vaksin dan program pemberdayaan masyarakat Kampung Berseka di Desa Padaasih, Sumedang, Jawa Barat.
Pada aspek lingkungan, Bio Farma menjalankan inovasi berbasis life cycle assessment pada tahapan produksi yang menjadi hotspot dampak.
Baca Juga: Liburan Tetap Gas Meski Akhir Bulan, DAMRI x SPayLater Solusinya
Program tersebut mencakup Smart Heat Integration Condensate Flash Steam Reutilization for Boiler Feedwater Heating, Hydrooboost Cleaning Pipe (HYPE), dan Seamless Automated Load Transition for Emission Reduction.
Melalui inovasi tersebut, Bio Farma berhasil mencatatkan efisiensi energi sebesar 3.452 GJ per tahun, penghematan air sebesar 155 m3 per tahun, serta penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 1.617,5 ton CO2eq per tahun.
Capaian ini menunjukkan bahwa komitmen lingkungan perusahaan tidak berhenti pada kepatuhan, tetapi diterjemahkan menjadi inovasi operasional yang terukur dan berdampak nyata.
Baca Juga: Foto Sunrise Makin Estetik dengan 20 Ide Caption Instagram Berikut
Pada saat yang sama, keberlanjutan di Bio Farma juga diwujudkan melalui Kampung Berseka, sebuah program yang memperlihatkan bagaimana kehadiran BUMN dapat memperkuat kapasitas masyarakat, membuka nilai tambah ekonomi, dan memperbaiki akses layanan dasar.
Dalam program ini, Bio Farma membina Komunitas Budidaya Lebah Teuweul melalui peningkatan kualitas produk madu dan propolis, penguatan legalitas usaha seperti NIB, sertifikasi halal, dan PIRT, serta pengembangan diversifikasi produk dari sisa pemerasan madu menjadi propolis dan turunannya.
Program ini juga melibatkan generasi muda dalam pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace.
Baca Juga: Liburan ke Bromo Makin Murah! Naik DAMRI Mulai Rp12 Ribuan
Dari sisi dampak sosial-ekonomi, presentasi teknis mencatat bahwa program tersebut telah mendorong peningkatan jumlah anggota Budidaya Teuweul dari 18 menjadi 25 orang, melibatkan 12 pemuda, meningkatkan nilai jual madu dari sekitar Rp170.000 per liter menjadi Rp440.000 per liter, serta mengangkat nilai tambah produk turunan propolis.
Artikel Terkait
Perkuat Peran BUMN, Bio Farma Salurkan Vaksin Tetanus dan Bantuan Logistik untuk Korban Longsor Bandung Barat
Bio Farma Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas, Hadirkan 14 Mitra Binaan di INACRAFT 2026
Ringankan Beban Pemudik Lebaran, Bio Farma Kembali Gelar Program Mudik Gratis 2026
Di Forum OIC VMG, Bio Farma Tegaskan Komitmen Kemandirian Vaksin OKI
Bio Farma Salurkan 1.650 Paket Sembako Ramadan untuk Warga Bandung dan Bandung Barat