Kabar BUMN - PTPN IV PalmCo menegaskan bahwa kerja sama dengan ribuan petani sawit di Rokan Hulu, Riau, tidak sekadar memenuhi aturan pemerintah terkait kewajiban plasma 20 persen.
Realisasinya bahkan telah jauh melampaui ketentuan tersebut dengan capaian mencapai 77 persen dari total areal yang dikelola.
Skema kemitraan yang dijalankan secara inklusif dan berkelanjutan ini juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. Produktivitas kebun sawit mitra disebut berada di atas rata-rata nasional.
Baca Juga: Mandalika Siap Panas! Tiket GT World Challenge Asia 2026 Kini Lebih Mudah Dibeli
Region Head PTPN IV PalmCo Regional III Bambang Budi Santoso menyampaikan di Pekanbaru, Rabu (8/4/2026), bahwa sejak awal berdirinya, perusahaan negara tersebut memiliki tujuan untuk berkembang bersama petani di sekitar wilayah operasional.
"Dan itu adalah khittah PTPN. Sejak awal kami menegaskan bahwa keberadaan PTPN IV tidak hanya menjalankan kewajiban regulasi, tetapi memastikan memberikan manfaat positif bagi masyarakat sekitar,” kata dia.
Ia menjelaskan bahwa hingga kini lebih dari 2.500 petani sawit di Rokan Hulu telah menjadi mitra aktif perusahaan. Para petani tersebut tergabung dalam sedikitnya tujuh kelembagaan pekebun yang mendapat pembinaan berkelanjutan.
Baca Juga: Waktunya Tukar Poin Telkomsel Lagi, Ikut Undi-Undi Hepi April 2026 dan Rebut Hadiahnya
Luas total areal kemitraan yang dikelola bersama masyarakat telah melampaui 15.000 hektare dari total HGU seluas 19.000 hektare. Angka tersebut menunjukkan bahwa kewajiban minimal 20 persen tidak hanya terpenuhi, tetapi juga terlampaui hingga mencapai 77 persen.
"Niat kami sederhana, kami hadir dan berkembang di Rokan Hulu, adalah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Termasuk, kami menerapkan pola single management untuk memperkuat produktivitas para petani mitra," jelas Bambang.
Pola pengelolaan terpadu atau single management diterapkan dalam seluruh siklus budidaya. Mulai dari proses peremajaan tanaman, pemeliharaan, hingga panen dilakukan secara terintegrasi untuk meningkatkan hasil kebun petani.
Baca Juga: Ditargetkan Selesai Juni 2026, WIKA Mulai Pembangunan 113 Huntara di Kawasan Senen, Jakarta Pusat
"Jadi kalau ada petani sawit mitra kami di Rokan Hulu yang berbicara produktivitas 25 ton, itu bukan hal baru bagi kami. Bahkan, dengan generasi tanaman baru, produktivitas saudara-saudara kami di Rokan Hulu bisa melampaui kami," urainya.
Ia menambahkan bahwa kemitraan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Warga tidak hanya berperan sebagai pekebun, tetapi juga dapat terlibat dalam berbagai kegiatan operasional perusahaan sebagai mitra kerja.
Penguatan kapasitas petani juga terus dilakukan melalui pendampingan menuju sertifikasi keberlanjutan. Dua koperasi mitra di Rokan Hulu, yakni Makarti Jaya dan Dayo Mukti, telah memperoleh sertifikasi internasional Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Antisipasi El Nino Godzilla, PTPN IV PalmCo Fokus pada Deteksi Dini dan Strategi Agronomi
Tiga Atlet Muda Binaan PTPN IV Berpeluang Bela Indonesia di Ajang Asian Tennis Federation 2026
Pelatihan Limbah Sawit Jadi Produk Bernilai, PTPN IV PalmCo Perkuat Peran Ekonomi Perempuan
Satu Suara, Pensiunan Kompak Dukung Keberlanjutan PTPN IV Regional III
Tiga Atlet Binaan PTPN IV Berpeluang Perkuat Timnas Tenis Indonesia di Ajang Asia 2026