Baca Juga: Bukan Sekadar Pulau Komodo, Ini Keunikan Taman Nasional Komodo yang Jarang Kamu Tahu
Pengembangan Kawasan dan Komitmen Berkelanjutan
Dalam pembahasan pengembangan kawasan, Mendes PDTT Yandri Susanto menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembebasan lahan seluas 425 hektar, dengan potensi pengembangan hingga 2.000 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 3.
Pertemuan tersebut juga menyoroti rencana pengembangan Pelabuhan Kramat sebagai pusat pemrosesan kapal bekas (scrap ships).
Baca Juga: KAI Siapkan WiFi 5G di Kereta Jarak Jauh, Perjalanan Makin Terhubung Tanpa Putus
Material besi hasil pemrosesan ini nantinya akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku produksi Krakatau Steel yang lebih efisien.
Melalui kolaborasi yang semakin erat ini, Krakatau Steel bersama Kementerian Desa menegaskan komitmennya dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Upaya ini diarahkan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui integrasi sektor industri, logistik, serta pemberdayaan ekonomi desa secara berkelanjutan demi kemajuan nasional.***
Artikel Terkait
Sinergi Nasional Dorong Kedaulatan Baja, Krakatau Steel Tekankan Proteksi dan Optimalisasi Industri
PT PAL Gandeng Krakatau Steel dan BKI Memperkuat Kedaulatan Industri Maritim
Krakatau Steel Mulai Pengiriman Perdana Pipa Proyek DumaiāSei Mangkei
Baja Modular Krakatau Steel Bangun Fasilitas Publik Lebih Cepat, Sejalan dengan Asta Cita Presiden
Krakatau Steel Tancap Gas Perkuat Industri Baja, Kolaborasi Jangka Panjang dengan Kerismas Group