Jadi Direktur Operasi Perempuan Pertama di SIG, Rini Wulandari Ajak Wanita Tunjukkan Kinerja dan Profesionalisme

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 20 April 2026 | 16:00 WIB
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari memimpin koordinasi Direktorat Operasi SIG Group di Pabrik Narogong, Jawa Barat. (Dok. SIG)
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari memimpin koordinasi Direktorat Operasi SIG Group di Pabrik Narogong, Jawa Barat. (Dok. SIG)

Sebagai penerima penghargaan The Most Extraordinary Women Business Leaders 2024 dari Majalah SWA, Reni menegaskan bahwa berkarier di sektor industri berat seperti semen membutuhkan kompetensi tinggi dan konsistensi.

Baca Juga: Bensin Sawit Mulai Dikembangkan, PalmCo Kolaborasi dengan ITS

“Bukan melalui argumentasi atau perdebatan untuk memperoleh perlakuan setara, tetapi dengan menunjukkan bahwa kesetaraan gender mampu meningkatkan profitabilitas, inovasi, dan produktivitas melalui keberagaman perspektif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Reni menilai bahwa SIG bersama sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya telah membuka peluang yang setara bagi perempuan maupun laki-laki untuk berkembang.

Hal ini dinilai sebagai respons terhadap kebutuhan bisnis, di mana kesetaraan gender menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan kinerja organisasi.

Baca Juga: Khusus 21 April, DAMRI Hadirkan Promo Kartini, Tiket Lebih Hemat Rp21 Ribu

“Dalam lingkungan kerja berbasis merit, fokus pada kompetensi, kualifikasi, kinerja, dan profesionalisme akan menjadi keunggulan bagi organisasi,” jelasnya.

Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, menambahkan bahwa perusahaan telah menerapkan kebijakan Fair Employment Opportunity Policy yang menjamin kesempatan kerja yang adil dan setara bagi seluruh karyawan.

Kebijakan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Indonesia.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Minum Susu Segar di Bandung, Menyegarkan Karena Dekat dengan Sumbernya

“Kami memastikan tidak ada diskriminasi dalam proses rekrutmen maupun seleksi untuk posisi manajemen dan senior.

"Seluruh proses dilakukan secara transparan berdasarkan kompetensi dan kinerja, bukan faktor gender,” ujar Hadi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap karyawan perempuan, SIG juga menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari cuti melahirkan, ruang laktasi, hingga dispensasi haid.

Baca Juga: Bukan Sekadar Bantuan, Patra Drilling Contractor Fokus Berdayakan Penyandang Disabilitas

Tidak hanya itu, perusahaan juga membentuk komunitas karyawan perempuan ‘Srikandi SIG’ sebagai wadah pemberdayaan dan pengembangan talenta melalui berbagai program pembelajaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini