Kebijakan tersebut juga dinilai penting untuk menciptakan iklim investasi yang lebih menarik dan memberikan kepastian implementasi teknologi di lapangan.
Baca Juga: Enam Inisiatif CSR Pertamina Hulu Indonesia Sabet Penghargaan Dunia di Bangkok
EOG Resources dikenal sebagai perusahaan yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan shale dan tight reservoir.
Kapabilitas ini dinilai relevan untuk mendukung peningkatan produksi migas di Indonesia. Pendekatan berbasis teknologi serta efisiensi operasional menjadi nilai tambah dalam kolaborasi ini.
Langkah penjajakan ini dipandang sebagai strategi penting dalam mempercepat penerapan teknologi mutakhir.
Baca Juga: Mbeteng Sata, Wisata Unik di Temanggung dengan Vibes Ala Tembok Cina
Terutama dalam pengembangan reservoir non-konvensional yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Dengan demikian, implementasi teknologi dapat berjalan lebih efektif dan optimal.
Melalui kerja sama yang berkelanjutan, Pertamina berharap potensi migas non-konvensional dapat segera terealisasi.
Sumber daya ini diharapkan menjadi pilar baru dalam peningkatan produksi nasional. Selain itu, langkah ini juga berkontribusi dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan. ***
Artikel Terkait
Pertamina Drilling Raih OPTIMUS Award 2025, Catat Efisiensi Operasional hingga 12,8 USD
Pertamina Drilling Terima Kunjungan CDC Universitas Pertamina, Dorong Kesiapan Lulusan Masuk Industri
Pertamina Perluas Kolaborasi Global demi Tingkatkan Produksi Migas Nasional
Pertamina Dukung Pendidikan Wilayah 3T Lewat Sekolah Negeri Terapung Berprestasi
Enam Inisiatif CSR Pertamina Hulu Indonesia Sabet Penghargaan Dunia di Bangkok