BULOG Buka Gudang untuk BEM Se-Indonesia, Perkuat Transparansi Ketahanan Pangan Nasional

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 7 Mei 2026 | 06:45 WIB
BULOG sambut kunjungan perwakilan BEM Se-Indonesia ke gudang, ungkap stok beras capai 5,2 juta ton dan perkuat transparansi pangan nasional. (Dok. BULOG)
BULOG sambut kunjungan perwakilan BEM Se-Indonesia ke gudang, ungkap stok beras capai 5,2 juta ton dan perkuat transparansi pangan nasional. (Dok. BULOG)

Kabar BUMN - Perum BULOG menerima kunjungan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Indonesia di Gudang BULOG Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (6/5).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah BULOG dalam memperkuat transparansi pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah sekaligus memberikan gambaran nyata terkait kondisi stok beras nasional kepada publik, khususnya kalangan mahasiswa.

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa diajak melihat secara langsung fasilitas pergudangan hingga proses pengolahan beras di lingkungan BULOG.

Baca Juga: Waisak 2026 Tanpa Cuti Bersama, Tapi Tetap Bisa Libur Panjang! Ini Jadwal Lengkapnya

Mereka meninjau tahapan produksi mulai dari penggilingan hingga menjadi beras premium dan medium yang siap disalurkan ke masyarakat.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi agar mahasiswa memahami secara menyeluruh rantai pasok beras nasional.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan pangan nasional.

Baca Juga: Garuda Indonesia Tembus 25 Maskapai Terbaik Dunia 2026, Ini Daftar Lengkapnya!

“Kami mengajak adik-adik mahasiswa untuk melihat langsung kondisi gudang BULOG. Saat ini gudang terisi penuh oleh beras hasil panen petani dalam negeri.

"Hingga hari ini stok beras BULOG mencapai 5,2 juta ton, yang merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil dari optimalisasi penyerapan gabah dan beras dalam negeri yang terus dilakukan.

Baca Juga: 5 Cara Mengelola Keuangan Setelah di PHK

Hingga 6 Mei 2026, realisasi penyerapan telah melampaui 2,4 juta ton atau setara 64 persen dari target nasional tahun 2026 sebesar 4 juta ton.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian lapangan, hingga partisipasi aktif masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini