GMF Bukukan Lonjakan Laba 78,28% pada Kuartal I 2026, Bisnis MRO Garuda Indonesia Group Kian Solid

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 8 Mei 2026 | 06:00 WIB
GMF mencatat lonjakan laba dan pendapatan pada Kuartal I 2026, didorong transformasi bisnis dan ekspansi pasar global. (Dok. Garuda Indonesia)
GMF mencatat lonjakan laba dan pendapatan pada Kuartal I 2026, didorong transformasi bisnis dan ekspansi pasar global. (Dok. Garuda Indonesia)

Di pasar internasional, GMF memperluas basis pelanggan melalui penambahan customer baru dari Korea Selatan, yakni Airzeta dan T-Way.

Baca Juga: Produksi Lapangan Handil Naik Usai Revitalisasi Fasilitas Hulu Migas Pertamina Hulu Mahakam

Perseroan juga berhasil menyelesaikan sejumlah proyek strategis global, di antaranya overhaul pesawat A330 milik Korean Air serta landing gear change untuk Fiji Airways.

Tak hanya fokus pada sektor penerbangan, GMF turut memperkuat diversifikasi bisnis engineering melalui proyek non-aviasi.

Salah satu proyek yang dikerjakan yakni normalisasi PLTG MPP Balai Pungut TM2500 #3 untuk PLN Batam.

Baca Juga: 4 Makanan Pedas di Jepang, Rasa Pedasnya Unik, Berbeda dengan Rasa Pedas pada Umumnya

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk memperluas sumber pertumbuhan usaha berbasis engineering services.

Komitmen GMF dalam menjaga standar layanan global juga diperkuat lewat raihan sertifikasi baru dari otoritas penerbangan Selandia Baru dan Aruba.

Sertifikasi tersebut memperluas cakupan layanan Perseroan di pasar internasional.

Baca Juga: WIKA Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Brebes

Seiring pertumbuhan profitabilitas, struktur permodalan GMF juga menunjukkan penguatan.

Hingga akhir Maret 2026, total ekuitas Perseroan meningkat menjadi USD140,58 juta dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar USD114,57 juta.

Peningkatan itu didorong oleh akumulasi laba berjalan serta realisasi aksi korporasi melalui penerbitan saham baru yang memperkuat fundamental keuangan perusahaan.

Baca Juga: Terapkan Sistem Sirkular, The Nusa Dua Jadi Contoh Pengembangan Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia

“Kami optimistis momentum pertumbuhan bisnis ini akan terus berlanjut seiring meningkatnya aktivitas penerbangan global dan kebutuhan layanan maintenance yang semakin tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini