"Ke depan, GMF akan terus fokus memperkuat operational excellence, memperluas pasar internasional, serta menghadirkan kapabilitas engineering yang semakin kompetitif guna mendukung pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan,” tutup Andi.
Kinerja Garuda Indonesia Group Semakin Solid
Sementara itu, kinerja Garuda Indonesia Group pada Kuartal I 2026 juga menunjukkan tren pemulihan yang semakin kuat seiring berbagai langkah konsolidasi operasional dan transformasi bisnis yang terus dijalankan.
Baca Juga: Apa Itu Milia? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Aman
Hingga akhir Maret 2026, Garuda Indonesia Group berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar 5,36 persen menjadi USD762,35 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan trafik penumpang sebesar 6,76 persen menjadi 5,42 juta penumpang.
Kenaikan itu ditopang oleh peningkatan kapasitas produksi penerbangan, optimalisasi utilisasi armada, serta membaiknya tingkat kesiapan operasional pesawat melalui program return to service yang terus diakselerasi.
Baca Juga: PTP Nonpetikemas Rampungkan HiPo Batch II untuk Tingkatkan Kompetensi SDM Pelabuhan
Sejalan dengan hal tersebut, rugi bersih perusahaan juga berhasil ditekan sebesar 45,19 persen menjadi USD41,62 juta.
Capaian ini menjadi fondasi penting bagi percepatan transformasi kinerja Garuda Indonesia Group secara berkelanjutan, khususnya dalam memperkuat fundamental operasional, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga kesinambungan bisnis jangka panjang sebagai national flag carrier.***
Artikel Terkait
Garuda Indonesia Siap Layani Haji 2026, Prioritaskan Kenyamanan Lansia dan Layanan Inklusif
Garuda Indonesia Catat Rekor Global, Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu Maret 2026
Garuda Indonesia Kembali Masuk Jajaran 25 Besar World’s Best Airlines 2026 Versi Airline Ratings
Garuda Indonesia Pertahankan Rating “idBBB”, Perkuat Fondasi Keuangan
Garuda Indonesia Tembus 25 Maskapai Terbaik Dunia 2026, Ini Daftar Lengkapnya!