Untuk prospek bisnis ke depan, industri semen nasional pada tahun 2026 diperkirakan memasuki masa pemulihan yang lebih stabil seiring target pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,2 persen sampai 5,5 persen.
Baca Juga: PT TIMAH Perkuat Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan di Bangka melalui Program KOLAMBOEMI
Permintaan semen domestik diproyeksikan tumbuh moderat sekitar 1 hingga 2 persen, didukung oleh mulai pulihnya daya beli masyarakat serta realisasi sejumlah proyek pemerintah yang diharapkan menjadi pendorong pemulihan kapasitas produksi dan kinerja industri.
Sejak menjalankan strategi transformasi pada paruh kedua tahun 2025, SIG dinilai mampu menjaga tren pertumbuhan positif sambil mempersiapkan sumber pertumbuhan baru melalui penguatan pasar ekspor.
Pada kuartal I tahun 2026, perusahaan mencatat kenaikan volume penjualan sebesar 1,7 persen secara tahunan menjadi 8,71 juta ton. Selain itu, pendapatan SIG tercatat mencapai Rp8,29 triliun atau meningkat 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: ASDP Gandeng ALDEI untuk Dorong Integrasi Logistik Nasional Berbasis Digital
Melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation, SIG juga telah merampungkan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur.
Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026 dan diharapkan menjadi basis penguatan ekspor Perseroan sekaligus membuka peluang peningkatan margin usaha di tengah persaingan pasar domestik yang semakin kompetitif.
“SIG tidak hanya fokus menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan."
Baca Juga: Jelajah Desa Julah, Desa di Bali Utara dengan Suasana dan Tradisi Bali Asli
"Transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin berhasil meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri domestik, sekaligus memperkuat posisi di pasar internasional, mengoptimalkan utilisasi, dan mendukung pertumbuhan profitabilitas Perseroan,” pungkas Vita Mahreyni.
SIG atau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan perusahaan BUMN klaster infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kepemilikan saham pemerintah sebesar 51 persen.
Sejak melakukan transformasi pada tahun 2013, SIG berkembang menjadi penyedia solusi bahan bangunan di kawasan regional dengan jangkauan pasar meliputi Asia, Australia, hingga Oceania.
Baca Juga: Magang Kimia Farma Dibuka! Cocok untuk Kamu yang Tertarik Dunia Laboratorium dan Riset Kesehatan
Dengan pengalaman lebih dari satu abad, SIG sebagai holding BUMN semen menaungi enam perusahaan produsen semen, yakni PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja Tbk, dan Thang Long Cement Company Vietnam.
Artikel Terkait
Belanja Suku Cadang Lokal SIG Melonjak, Dorong Kemandirian Industri Nasional
SIG Tuntaskan Proyek Strategis di Tuban, Siap Genjot Ekspor
SIG Tembus Pasar Eropa, Ekspor Perdana 11.275 MT Semen ke Reunion Island, Prancis
Beton Cepat Kering Jadi Solusi Baru, SIG Tawarkan Cara Efisien Kurangi Dampak Kemacetan
SIG Perkuat Ekspor dan Transformasi, Kinerja Kuartal I 2026 Tumbuh Solid di Tengah Tekanan Industri