Pertamina Drilling Rangkul Gen Z Berinovasi Sulap Limbah Makanan Rig Jadi Cairan Anti Karat

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 18 Mei 2026 | 16:30 WIB
Pertamina Drilling ajak Gen Z Desa Kaplongan olah limbah makanan jadi cairan anti korosi yang ramah lingkungan. (Dok. Pertamina Drilling)
Pertamina Drilling ajak Gen Z Desa Kaplongan olah limbah makanan jadi cairan anti korosi yang ramah lingkungan. (Dok. Pertamina Drilling)

Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kaplongan, Jumali, menilai metode praktik langsung menjadi nilai lebih dalam program tersebut.

Baca Juga: Stasiun Bangil Makin Ramai, Mobilitas Masyarakat Jawa Timur Terus Tumbuh

Menurutnya, konsep pembelajaran melalui mini laboratorium membuat peserta lebih memahami nilai dari limbah yang selama ini kerap dianggap tidak berguna.

“Inovasi pelatihan ini berbeda karena peserta langsung praktik di mini lab. Ini membuat Gen Z tidak lagi menganggap remeh sampah sisa makanan,” kata Jumali.

Sementara itu, QC Inspector Area 1 Pertamina Drilling, Mila Irva Sari, menegaskan bahwa peserta tidak harus memiliki latar belakang pendidikan kimia untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Baca Juga: TMII Gelar Perayaan Hari Tari Sedunia, Pendaftaran Dibuka hingga 25 Mei

Ia menjelaskan, meski sebagian besar peserta merupakan lulusan SMA/SMK non-kimia, mereka tetap mampu mengikuti proses pelatihan selama disiplin dan telaten.

“Asalkan mau belajar dan mengikuti prosedur, peserta tetap bisa. Apalagi ada monitoring dan evaluasi langsung dari tim HSSEQ,” jelas Mila.

Salah satu peserta pelatihan, Qodirun, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga: PalmCo dan APGWI Bersinergi, Energi Berkelanjutan Terus Dikembangkan

Meski belum terbiasa menggunakan bahan kimia, ia merasa pengalaman praktik langsung memberikan wawasan baru.

“Seru prakteknya, walau belum terbiasa dengan takaran cairan kimia dalam proses pembuatannya,” ujar lulusan SMK tahun 2016 itu.

Manager Communication Relation & CID PT Pertamina Drilling Services Indonesia, Meddenia Ayu Wulandari Yuliastuti, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong inovasi berbasis lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasi.

Baca Juga: Kuartal I 2026, Pendapatan Garuda Indonesia Mencapai USD762,35 Juta, Naik 5,36 Persen

“Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini