"Melalui pelatihan ini, Gen Z desa didorong untuk terlibat langsung dalam inovasi berkelanjutan dan memiliki keterampilan baru yang bermanfaat,” ujar Meddenia.
Ia menambahkan, kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan solusi berkelanjutan di sektor energi.
Baca Juga: Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN
“Pendekatan pemberdayaan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran terhadap pengelolaan limbah sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis inovasi ramah lingkungan,” tambahnya.
Program ini juga sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, poin 13 terkait penanganan perubahan iklim, serta poin 15 mengenai perlindungan ekosistem daratan.
Dari sisi dampak, program tersebut telah melahirkan 11 orang PML (Peserta Masyarakat Lokal) yang terlibat aktif dalam pengolahan limbah dengan kapasitas pemanfaatan mencapai sekitar 1 kilogram sampah organik per minggu untuk diolah menjadi produk bernilai guna.
Melalui program ini, Pertamina Drilling tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi ramah lingkungan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan bagi generasi muda desa untuk terlibat langsung dalam solusi berkelanjutan di sektor energi.***
Artikel Terkait
Pertamina Drilling Dukung Proyek Gas Mako dengan Penyediaan Jack Up Rig
Pertamina Drilling Raih OPTIMUS Award 2025, Catat Efisiensi Operasional hingga 12,8 USD
Pertamina Drilling Terima Kunjungan CDC Universitas Pertamina, Dorong Kesiapan Lulusan Masuk Industri
Pertamina Drilling Catat Kinerja Positif di Triwulan I 2026, Keselamatan Kerja Tetap Prioritas Utama
Berhasil Bangun Budaya Keselamatan Kerja, Pertamina Drilling Raih Tiga Penghargaan WISCA 2026