Lebih jauh, Dannif menjelaskan bahwa melalui mekanisme lelang ini, PHE membuka kesempatan bagi calon mitra untuk memperoleh akses terhadap data teknis dan subsurface secara legal, aman, serta transparan.
Baca Juga: Dari Ketakutan Menjadi Harapan, Warga Balai Raja Belajar Hidup Berdampingan dengan Gajah Sumatera
“Kami percaya bahwa data yang akurat adalah kunci utama bagi para calon mitra untuk merumuskan proposal teknis yang inovatif, rencana kerja yang tajam, serta struktur komersial yang efisien dan saling menguntungkan.”
Melalui skema imbal jasa yang dinilai kompetitif dan fleksibel, baik pada skema Cost Recovery maupun Gross Split sebagaimana tertuang dalam Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025, Pertamina ingin memastikan kerja sama yang terjalin dapat menjadi kemitraan jangka panjang yang sehat.
Dengan begitu, kepastian investasi bagi mitra tetap terjaga sekaligus menghadirkan nilai tambah optimal bagi negara.
Baca Juga: Libur Panjang di Semarang? Intip Promo Saloka Theme Park, Terbatas hingga 31 Mei!
"Proses pelelangan Batch-I ini barulah awal dari komitmen besar kita di tahun 2026. Ini menjadi bukti nyata dari tekad bulat kita untuk bersama-sama mendorong produksi migas Indonesia ke level tertinggi," tutup Dannif. ***
Artikel Terkait
PHE Catat Cost Optimization USD635 Juta, Tantangan 2026 Kian Kompleks
PHE dan ExxonMobil Mantapkan Kerja Sama Pengembangan CCS Asri Basin di Indonesia
PHE Tegaskan Komitmen Jaga Ketahanan Energi dan Percepat Transisi Energi di IPA Convex 2026
PHE, ExxonMobil, SK Innovation dan SK Earthon Kembangkan CCS Lintas Negara
PHE Sabet Tiga Penghargaan Bergengsi di IPA Convex 2026, Booth Interaktif Jadi Sorotan