Baca Juga: Dukung Digitalisasi Sektor Pertanian, Pupuk Indonesia Terapkan Aplikasi REKAN
Terkait adanya isu petani yang sulit mendapat pupuk subsidi, Fungsional Ahli Madya Prasarana & Sarana Pertanian Propinsi NTB, Iis Isnaeni mengungkapkan bahwa pupuk yang mendapat subsidi dari Pemerintah adalah Urea dan NPK.
Selanjutnya, petani yang berhak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi juga hanya yang menggarap sembilan komoditas seperti yang diatur dalam Permentan Nomor 10 Tahun 2022.
“Kalau dulu di Permentan 41 ada 70 jenis komoditas dan sekarang menjadi 9 komoditas.
"Kemudian mekanismenya juga berubah dari istilah RDKK beralih menjadi e-Alokasi, perubahan-perubahan ini masih terus kita sosialisasikan dan teman-teman di sini bisa ikut sosialisasikan juga,” kata Iis.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Dukung Digitalisasi Sektor Pertanian
Dirinya mengatakan bahwa masalah utamanya adalah petani tersebut tidak memenuhi syarat yang ditentukan Pemerintah dalam hal ini Permentan 10 Tahun 2022.
Dia mencontohkan masih banyak petani yang sulit mendapatkan pupuk subsidi karena belum tergabung dalam RDKK.
“Masalah di petani, rata-rata petani kita itu masalahnya adalah tidak semua petani kita masuk di RDKK, jadi seringnya pas kita kisruh itu ternyata petani kita yang menuntut pupuk subsidi ternyata dia tidak masuk dalam RDKK.
"Jadi kalau kita bicara distribusi, bicara harga sudah clear, gudang, stok itu sudah clear. Tapi masalah adalah petani yang tidak masuk di RDKK,” tegas Nelly.
Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda NTB, Arman Asmara Syarifuddin mengungkapkan bahwa Pupuk Indonesia bisa berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan di daerah untuk memanfaatkan platform media sosial sebagai sarana sosialisasi dan keterbukaan informasi mengenai kebijakan pupuk bersubsidi.
Baca Juga: Inovasi Precix Pupuk Indonesia Raih Gold Award di Malaysia
“Kalau kita melihat dan mengikuti kegiatan pupuk, seperti yang disampaikan bahwa ada 7,8 juta ton khusus pupuk subsidi yang didistribusikan kepada petani.
"Kegiatan pendistribusian bisa memanfaatkan platform dan bisa dimaksimalkan sehingga masyarakat mengetahui tempat penyaluran pupuk bersubsidi,” kata Arman.
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Gandeng Jepang Jajaki Pengembangan Energi Bersih
Pupuk Indonesia Gandeng Jepang Jajaki Pendanaan Pengembangan Energi Bersih
Waspada Barang Tiruan, Pupuk Indonesia: Jangan Tergiur Harga Murah
Sesuai Ketentuan, Pupuk Indonesia Sediakan 966 Ton Pupuk Untuk Wilayah Kabupaten Sergai
Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2023