rilis-bumn

Perjalanan Panjang Menjadi Masinis KAI, Joni Martinus: Tidak Mudah

Rabu, 26 Juli 2023 | 19:30 WIB
Masinis PT Kereta Api Indonesia (Persero) (DOK.PT Kereta Api Indonesia (Persero))

Kabar BUMN - Para lulusan baru banyak menaruh minat untuk bekarier di PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebagai seorang masinis. 

Masinis yang dimiliki oleh KAI sampai saat ini sekitar 3 ribuan orang di antara total 27.800 pegawai KAI.

Angka tersebut berhasil mencetak masinis yang berkualitas. Mereka berada di posisi tersebut setelah mengikuti serangkaian seleksi rekrutmen yang diadakan oleh KAI.

Baca Juga: Pameran Multimedia di The Nusa Dua, Mengenang Maestro Lukis Bali I Gusti Nyoman Lempad

Mereka harus bersaing dengan puluhan ribu pelamar dalam proses seleksi yang cukup ketat dan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Adapun tahapan seleksi yang harus dilalui yaitu tahap administrasi, tes kesehatan awal, psikotes, wawancara dan tes kesehatan akhir.

Standar penilaian dalam tahap psikotesnya pun berbeda dengan rekrutmen jabatan lainnya.

Vice President Public Relations Joni Martinus mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan dan mental pekerja dapat memberikan pengaruh besar dalam pencapaian produktivitas kerja.

Baca Juga: PLN Salurkan Bantuan 988 Sambungan Listrik Gratis dari Pemerintah di Jember

"Pengujian kesehatan pada saat seleksi ditujukan agar perusahaan memperoleh pekerja yang berada dalam kondisi kesehatan yang baik dan cocok untuk pekerjaan yang akan dilakukan," ungkap Joni.

"Hal ini tentu dapat berdampak positif, karena pada dasarnya SDM adalah sebuah investasi penting di sebuah perusahaan. Masinis juga harus teliti, sigap, tidak mudah stres, serta percaya diri sehingga keselamatan dan keamanan dalam mengoperasikan kereta api dapat terjamin," tambahnya.

Kedua, peserta yang berhasil lolos dan sudah menjadi calon pekerja tidak langsung menjadi masinis. Setiap calon pekerja harus menjalani masa percobaan selama kurang lebih 3 bulan.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Industri Pertahanan DAHANA di Subang

Dalam rentan waktu itu, ada sejumlah program yang harus diikuti oleh calon pekerja, yaitu Program Orientasi Kerja dan Basic Development Program (BDP) yang bekerja sama dengan TNI untuk pengenalan dasar terkait KAI dan melatih kedisiplinan pekerja.

Setelah menjalani masa percobaan selama tiga bulan, setiap calon pekerja akan dilakukan evaluasi dalam rangka pengangkatan calon pekerja menjadi pekerja tetap, dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan fisik.

Halaman:

Tags

Terkini