rilis-bumn

Sinergi Saudara Sesama BUMN, Pupuk Indonesia Gandeng BULOG Jadi Offtaker Panen Petani Program MAKMUR

Selasa, 9 Juli 2024 | 17:30 WIB
Pupuk Indonesia menggandeng Perum BULOG untuk berperan sebgai offtaker panen petani program MAKMUR (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat). (DOK.PT Pupuk Indonesia (Persero))

Peningkatan produktivitas juga terlihat pada tanaman jagung, yang naik sebesar 23% dari 4,7 ton/ha menjadi 5,8 ton/ha.

Baca Juga: Telkomsat dan PMI Kota Bogor Gelar Donor Darah, Kumpulkan Lebih dari 60 Kantong Darah

Produktivitas tanaman tebu turut naik sebesar 3% dari 66,2 ton/ha menjadi 68 ton/ha, dan produktivitas tanaman kelapa sawit meningkat 7% dari semula 22,84 ton/ha menjadi 24,44 ton/ha.

Lewat sinergi BUMN yang kuat dan komitmen yang teguh, Pupuk Indonesia dan BULOG optimis dapat terus berkontribusi dalam menciptakan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Dalam peresmian nota kesepahaman antara Pupuk Indonesia dengan Perum BULOG, Direktur Utama Perum BULOG, Bayu Krisnamurthi, menyatakan, “BULOG siap menjadi offtaker untuk 100 persen produk dari program MAKMUR."

Baca Juga: Bulan Bakti Sambut HUT ke-48 PT Timah, Warga Kabupaten Barat Antusias Ikut Khitanan Massal

"Kami sangat nyaman bekerja sama dengan Pupuk Indonesia sebagai saudara sesama BUMN, sehingga kerja sama ini merupakan suatu hal yang sangat baik,” ungkapnya.

Nota kesepahaman ini juga mengatur peran Pupuk Indonesia yakni dalam penyediaan sarana input pertanian komersial seperti pupuk, pestisida, dan pendampingan teknologi serta digitalisasi pertanian kepada petani Binaan Program MAKMUR.

Sinergi antar BUMN ini diharapkan dapat mendorong produktivitas petani serta meningkatkan kesejahteraan mereka melalui dukungan sarana pertanian dan skema penjualan yang lebih menguntungkan.

Baca Juga: Prambanan Jazz Festival ke-10 Berakhir Sukses, Rayakan Satu Dekade Musik dan Budaya

"Lewat upaya ini, Pupuk Indonesia bersama-sama dengan BULOG bisa bekerja sama untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kita memiliki masa depan yang cerah, tidak hanya untuk Pupuk Indonesia dan BULOG, tetapi untuk pertanian dan bangsa, negara Republik Indonesia,” tutup Rahmad.***

Halaman:

Tags

Terkini