rilis-bumn

Pertamina EP Sukofield Dukung Implementasi Program SRI Satu satunya di Tuban, Solusi Masalah Gagal Panen

Rabu, 16 Oktober 2024 | 15:00 WIB
Pertamina EP Sukowati Field mendukung implementasi program System of Rice Intensification (SRI), yang hanya ada satu satunya di Kabupaten Tuban. (DOK.Pertamina EP)

Sebelum menerapkan metode tersebut, mayoritas sistem pertanian di Tuban adalah sistem konvensional.

Pertanian organik yang diterapkan di beberapa wilayah Tuban juga merupakan sistem pertanian organik yang menerapkan zero penggunaan bahan kimia tapi masih dengan sistem pengelolaan pertanian pada umumnya.

Baca Juga: Kerek Ekonomi Keluarga, PLN Dukung Pemberdayaan Perempuan Rentan Lewat Pelatihan Srikandi Movement

“Pertanian organik metode SRI binaan PEP Sukowati  ini merupakan sistem pertanian organik dengan metode khusus sejak proses penyiapan lahan, pembibitan, metode tanam yang berbeda, proses irigasi khusus, intervensi dalam pertumbuhan padi, hingga pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) dengan proses pembuatan khusus.

"Pertanian organik metode SRI di Desa Rahayu ini menjadi pionir pertama, sebelum akhirnya kini direplikasi di beberapa wilayah sekitarnya, seperti Desa Sawahan di Kec. Rengel dan bahkan hingga ke wilayah Kabupaten Bojonegoro,” ujar Akhwan, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Soko, Tuban.

Inovasi SRI merupakan bagian dari Program Petani Rahayu Bersatu Kreatif, Sehat, dan Sejahtera (Prabu Kresna).

Baca Juga: Melukat & Pratiti, Perjalanan Kesehatan Spiritual di The Meru Sanur

Inovasi pengembangan proses pembuatan pupuk organik cair berbasis MOL yang berbahan dasar nasi dan bonggol pisang dalam program ini telah mendapatkan paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Indonesia dengan Nomor Paten: IDS000008343 dan IDS000008344 per tanggal 19 Juni 2024.

“MOL nasi menjadi dekomposer atau starter bakteri pengurai berupa trichoderma pada pembuatan pupuk kompos sekaligus pada lahan pertanian secara langsung. Penggunaan MOL nasi berdampak mempercepat proses pembuatan kompos 3 kali lebih cepat dan membantu menambah nutrisi sehingga menyuburkan tanah.

"Sementara MOL bonggol pisang (bopis) berperan sebagai zat pengatur tumbuh stimulan untuk penambahan anakan pada tanaman padi. Pada pertanian konvensional, rata-rata dari 10 bibit yang ditanam hanya menjadi 40 anakan," jelas Sutikno, Ketua Gapoktan Rahayu.

Baca Juga: Promonya Masih Ada! DAMRI Gratiskan Transportasi ke Bandara Kertajati untuk Penerbangan ke Singapura

Ia melanjutkan, sementara pada pertanian organik SRI menggunakan MOL bopis, dari 1 saja bibit yang ditanam dapat berkembang menjadi 40-120 anakan.***

Halaman:

Tags

Terkini