Edukasi ini juga menyoroti pentingnya literasi digital sebagai langkah pencegahan terhadap cyberbullying dan kekerasan seksual daring.
Baca Juga: Siap-siap! Ducati Hadirkan Ducaty Party di The Mandalika, ITDC Dukung Penuh
“Data menunjukkan bahwa banyak anak rentan menjadi korban karena kurangnya pemahaman mengenai privasi digital, cara berinteraksi yang aman di dunia maya, serta kurangnya kesadaran akan potensi bahaya yang dapat muncul dari platform digital."
"Fenomena ini semakin diperparah oleh lemahnya pengawasan orang tua dan minimnya edukasi terkait keamanan digital di lingkungan keluarga maupun sekolah,” sambung Lia Latifah.
Tidak hanya untuk siswa, kegiatan ini juga ditujukan kepada para orang tua dan tenaga pendidik.
Baca Juga: OCA Chatbot Builder, Solusi Cerdas untuk Layanan Publik yang Lebih Efisien
Mereka diberikan panduan praktis tentang bagaimana melakukan pengawasan digital yang efektif, memilih konten yang sesuai usia, serta cara berdialog terbuka dengan anak tentang pengalaman mereka di dunia maya.
Tujuannya adalah menciptakan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam membangun lingkungan aman dan sehat bagi anak-anak.
AirNav Indonesia juga mengajak orang tua dan guru untuk lebih aktif mengawasi kegiatan daring anak-anak, termasuk membatasi penggunaan gawai, memeriksa riwayat pencarian, serta menggunakan fitur keamanan digital.
Baca Juga: 5 Cara Menghasilkan Foto yang Bagus di Saat Traveling Sendirian
Dengan pendekatan yang menyeluruh ini, AirNav berharap dapat membantu membentuk generasi muda yang melek teknologi namun tetap aman dari bahaya digital.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan Dewan Adat Pesanggrahan Pracimoharjo Keraton Surakarta Hadiningrat, pendiri Rumah Belajar Pelangi Nusantara Valentina Palmarini, Koordinator PAUD Dikdas dan LS Kecamatan Cepogo Eko Miswanto, Camat Cepogo Dwi Sundarto, serta Kepala Desa Paras Ariyuwono.
“Terima kasih kepada Airnav Indonesia dan KPAI yang telah berkenan memilih tempat kami sebagai pelaksanaan kegiatan yang sangat baik ini. Kami ingin anak-anak kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang cakap, tetapi juga memiliki kesadaran penuh terhadap risiko-risiko yang ada,” ujar Dwi Sundarto.
Baca Juga: Daftar PELNI Internship: Posisi Keuangan dan SDMU Terbuka bagi Mahasiswa/i Semester Akhir
Ia juga menambahkan harapannya agar edukasi ini menjadi fondasi yang kuat bagi anak-anak Indonesia agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan beretika di era digital. ***