"Karena itu, InJourney telah mendorong berbagai prakarsa untuk menjadikan Candi Borobudur bukan hanya tempat wisata sejarah dan budaya, akan tetapi juga sebagai pusat spiritualitas yang terbuka untuk semua kalangan, tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang pengunjung,” tambah Maya Watono.
Maya menegaskan bahwa pendekatan yang inklusif, kontemplatif, dan berbasis komunitas menjadi kunci dalam pengelolaan Borobudur.
“Dengan dukungan para pemangku kepentingan, Candi Borobudur ke depan tidak hanya sekadar menjadi ikon dunia, akan tetapi juga rumah spiritual global yang penuh kedamaian,” tutup Maya Watono. ***