rilis-bumn

PLN Gandeng Banyak Pihak, PLTP Jadi Andalan Transisi Energi Nasional

Minggu, 29 Juni 2025 | 06:00 WIB
PLTP Salak Binary berkapasitas 16,15 megawatt (MW) yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (26/6), merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah, PLN dan Star Energy Geothermal Salak

Ia juga menjelaskan bahwa proyek tersebut dapat mendorong pertumbuhan industri lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 40 persen serta menyerap lebih dari 9.500 tenaga kerja secara nasional.

Baca Juga: Jamkrindo Gelar Workshop Literasi Keuangan Digital Serentak di 10 Kota, Dorong UMKM Naik Kelas di Era Digital

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN mendukung penuh proyek ini sebagai upaya menuju Net Zero Emissions 2060 melalui pemanfaatan energi bersih yang andal dan berkelanjutan.

“Pada peresmian kali ini, terdapat tiga PLTP yang telah beroperasi, yakni PLTP Sorik Marapi Unit 5 (41,25 MW), PLTP Salak Binary (16,15 MW), dan PLTP Ijen Unit 1 (34,5 MW),” jelas Darmawan.

Sementara itu, lima proyek lainnya memasuki tahap groundbreaking, yaitu PLTP Muara Laboh Unit 2 (80 MW), PLTP Ulubelu Extension Gunung Tiga (55 MW), PLTP Wayang Windu Unit 3 (30 MW), PLTP Salak Unit 7 (40 MW), dan PLTP Patuha Unit 2 (55 MW).

Baca Juga: Transformasi Lahan Kritis: Program Eco Edufarming PHE WMO Raih Predikat Gold di Ajang CSR dan PDB Award 2025

Lebih lanjut, Darmawan menyampaikan bahwa pengembangan PLTP ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden untuk memperluas akses energi bersih ke seluruh pelosok Tanah Air.

"Transisi energi tidak cukup hanya dengan membangun pembangkit hijau. Yang paling penting adalah memastikan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat.

"Inilah esensi keadilan energi. PLN hadir untuk menjembatani akses, agar seluruh warga negara dapat swasembada dan berdaulat atas energi mereka sendiri," pungkas Darmawan.***

Halaman:

Tags

Terkini