Dalam publikasi tersebut, SIG menempati posisi ke-33 dengan membukukan pendapatan Rp36,19 triliun serta laba bersih sebesar Rp720 miliar.
Baca Juga: Jelang HUT ke-80 RI, Program SPHP BULOG Tunjukkan Hasil, Harga Pangan Sudah Terkendali
Fortune Indonesia 100 tahun 2025 sendiri hadir dengan standar yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk bisa masuk daftar ini, perusahaan harus memiliki pendapatan minimal Rp11,42 triliun pada 2024, naik dari ambang batas Rp10,54 triliun pada 2023.
Sejak pertama kali dirilis pada 2021, daftar ini telah menjadi tolak ukur penting bagi dunia usaha.
Baca Juga: Siap-siap Serbu DAMRI Buy 1 Get 1 Besok! Khusus Pembelian Melalui Website Tanggal 17 Agustus 2025
Hanya perusahaan dengan kinerja terbaik, tata kelola solid, dan komitmen kuat terhadap pemangku kepentingan yang mampu menembus deretan tersebut.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, masuknya SIG dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2025 membuktikan keberhasilan strategi bisnis Perusahaan dalam meraup pendapatan, hingga mempertahankan profitabilitas di tengah kondisi industri bahan bangunan domestik yang menantang.
SIG mampu menjaga profitabilitas melalui pengelolaan pasar retail maupun proyek nasional, serta penjualan ekspor, yang diiringi dengan program efisiensi dan peningkatan operational excellence.
Baca Juga: HUT ke-80 RI, Naik LRT Jabodebek Tarif Flat Rp80 Selama 17-18 Agustus 2025
”SIG bangga masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2025 yang semakin menegaskan kepemimpinan Perusahaan dalam persaingan di industri bahan bangunan di Indonesia.
"Pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh karyawan SIG Group untuk terus berkarya dan melanjutkan transformasi menjadi perusahaan solusi bahan bangunan terbesar di regional,” kata Vita.
Vita Mahreyni menambahkan, inovasi semen hijau dan produk turunannya yang rendah karbon dan ramah lingkungan menjadi salah satu kunci SIG mempertahankan dominasi pasar.