Fokus tahun ini adalah pangan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, lingkungan, dan inklusi disabilitas yang dipilih berdasarkan hasil evaluasi SDGs Indonesia serta mendukung arah kebijakan nasional.
Baca Juga: Jangan Tertipu Modus Baru! TASPEN Tegaskan Pentingnya Lindungi Data Pribadi
Suharsono juga turut berpesan kepada mahasiswa bahwa, “Kami mengundang mahasiswa dan dosen di seluruh Indonesia untuk segera bergabung di Innovillage. Lakukan social mapping, kenali permasalahan di sekitar, dan rancang solusinya. Kami akan membimbing dan memberikan support pada ide terbaik dengan pendanaan agar dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat.”
Sementara itu Ketua SDG’s Center Telkom University Runik Machfiroh menegaskan bahwa Innovillage adalah bentuk nyata implementasi Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Enam tahun perjalanan Innovillage membuktikan bahwa inisiatif ini bukan sekadar program, tapi gerakan untuk kemajuan Indonesia. Mahasiswa tak hanya belajar teknologi, tapi juga mengasah empati sosial dan semangat kebangsaan,” jelas Runik.
Baca Juga: Transformasi Bisnis Berlanjut, Krakatau Steel Teguhkan Langkah Menuju Keberlanjutan
Ia menambahkan bahwa selama lima tahun terakhir telah dihasilkan lebih dari 2.000 karya digital dan 6.806 produk inovatif. Tahun ini, ditargetkan keterlibatan 130 universitas, 1.000 proposal, dan 3.000 peserta, yang akan menghasilkan 180 prototipe siap diinkubasi dan dipasarkan.
Mahasiswa terpilih akan memperoleh pendanaan hingga Rp30 juta, hak publikasi dan HKI, serta pelatihan teknologi, AI, media sosial, dan IT secara gratis. “Innovillage adalah wujud nyata mahasiswa mencintai Indonesia agar menjadi agen percepatan tujuan pembangunan berkelanjutan,” tutup Runik.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab interaktif, disambut antusias oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi. Peserta juga berkesempatan memperoleh doorprize menarik dari panitia.
Baca Juga: Bukan Bali, Ini 5 Pantai Eksotis di Pacitan yang Wajib Kamu Kunjungi
Setelah itu, Tim IT Innovillage Muhammad Ammar memperkenalkan tutorial platform Innovillage yang terdiri dari dua portal utama, yaitu innovillage.id yang merupakan pusat informasi dan berita seputar program serta my.innovillage.id yang merupakan sistem utama untuk pendaftaran, seleksi, dan implementasi proyek.
Peserta juga dibimbing memahami alur registrasi, tahapan seleksi, hingga proses online pitching dan monitoring and evaluation (monev) yang menjadi bagian dari rangkaian kompetisi.
Sesi dilanjutkan dengan pengenalan Innovillage Impact Network (IIN) oleh alumni Innovillage 2024 sekaligus Sekjen II IIN Hilda Aulya Zahra.
Baca Juga: Magang Akuntansi di PTPN I Regional 3 Semarang: Kesempatan Emas untuk Mahasiswa Akuntansi!
Dalam presentasinya, Hilda menampilkan video perjalanan IIN dan membagikan kisah sukses proyek “Green Circle” yang diinisiasi oleh Politeknik Negeri Medan, Green Circle merupakan bank sampah berbasis digital untuk optimalisasi limbah organik dan anorganik, mendukung SDGs poin 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan.