rilis-bumn

Bio Farma–Fapon Bioindustries Resmikan Aliansi Strategis Pengembangan IVD dalam Negeri

Kamis, 11 Desember 2025 | 17:00 WIB
Kepala Divisi Perencanaan & Strategi Bio Farma, Dicky Mahardika (ke-4 dari kiri) bersama CEO Fapon Indonesia, Dyah Juliana setelah sesi penandatanganan perjanjian kerjasama (ke-3 dari kanan).

Kabar BUMN - PT Bio Farma (Persero) memperkuat langkahnya di sektor diagnostik dengan menjalin kerja sama bersama PT Fapon Bioindustries Indonesia, perusahaan yang berada di bawah Fapon Biotech.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di kantor pusat Fapon Biotech di Dongguan, Guangdong, Tiongkok, dan mencakup pengembangan hingga produksi produk In-Vitro Diagnostics (IVD) di Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, Bio Farma menargetkan peningkatan kemandirian industri kesehatan nasional, terutama pada produk diagnostik yang selama ini banyak bergantung pada impor.

Baca Juga: PHE Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Energi Lewat Optimalisasi Gas Bumi

Pengembangan kemampuan produksi IVD di dalam negeri dipandang penting untuk mendukung ketahanan sistem kesehatan Indonesia dalam jangka panjang.

Perjanjian itu ditandatangani oleh Kepala Divisi Perencanaan dan Strategi Bisnis Bio Farma, Dicky Mahardhika Taryono, bersama CEO Fapon Indonesia, Dyah Juliana Pudjiati.

Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat penguasaan teknologi diagnostik di dalam negeri sekaligus memperkuat struktur industri kesehatan nasional.

Baca Juga: AdMedika Pertahankan Predikat “Trusted Company” pada CGPI 2025

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian kesehatan nasional.

“Kami sangat menyambut baik kerja sama dengan Fapon untuk membawa metode dan teknologi produksi IVD ke dalam negeri. Inisiatif ini akan memperkuat kapabilitas Bio Farma dalam memproduksi perangkat diagnostik mutakhir guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional,” kata Shadiq.

Presiden Fapon Biotech, Ben He, menegaskan komitmen perusahaannya untuk berkontribusi dalam penguatan sektor kesehatan Indonesia melalui kemitraan strategis dengan Bio Farma.

Baca Juga: SIG Pasok 10.000 Ton Semen, Jembatan Kabanaran Kini Sambungkan Bantul–Kulon Progo

“Merupakan kehormatan bagi Fapon untuk dapat bekerja sama dengan Bio Farma. Kami percaya bahwa alih teknologi ini akan memudahkan akses pasar Indonesia terhadap solusi diagnostik terkini sekaligus mendukung pembangunan layanan kesehatan yang berkelanjutan.” ungkapnya.

Teknologi IVD sendiri merupakan perangkat dan metode diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi penyakit, kondisi kesehatan, maupun infeksi melalui pengujian sampel biologis seperti darah, urin, atau jaringan tubuh di luar tubuh manusia.

Halaman:

Tags

Terkini