Lingkup ketiga difokuskan pada penguatan infrastruktur penerimaan dan penyaluran minyak mentah.
Baca Juga: Tambah Daya PLN Sebelum 20 Januari 2026 Hemat 50%, Nikmati Diskon Spesial Awal Tahun
Dalam tahap ini, Pertamina membangun dua tangki penyimpanan minyak mentah dengan kapasitas masing-masing 1 juta barel.
Selain itu, dikembangkan pula jaringan pipa transfer line onshore dan offshore berdiameter 20 inci, unloading line onshore dan offshore berdiameter 52 inci, serta fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang mampu melayani kapal tanker hingga 320.000 DWT.
Infrastruktur tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan penerimaan minyak mentah dari kapal berkapasitas besar.
Baca Juga: Mau Wisata Edukatif Setelah Kerja? Besok, Museum Nasional Indonesia Bisa Masuk Gratis
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis yang dibangun secara terintegrasi, mulai dari penyediaan bahan baku hingga proses produksi.
“RDMP Balikpapan menjadi fondasi penting penguatan sistem energi nasional.
"Melalui pengembangan infrastruktur yang terintegrasi, Pertamina memastikan keandalan pasokan minyak mentah dan operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Mau Wisata Edukatif Setelah Kerja? Besok, Museum Nasional Indonesia Bisa Masuk Gratis
Dengan cakupan pembangunan yang komprehensif—mulai dari pekerjaan pendahuluan, pembangunan unit proses dan utilitas, hingga penguatan fasilitas penerimaan minyak mentah—RDMP Balikpapan menjadi salah satu pilar utama transformasi infrastruktur energi nasional untuk mendukung ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.
“Proyek RDMP Balikpapan akan mendukung visi Asta Cita Pemerintah dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional,” pungkas Baron.***